Anggota Dewan di Sumut Ramai-ramai Gadaikan SK, Bisa Kredit Hingga Rp 2 Miliar

"Untuk apa ditutup-tutupi? Toh ini kenyataan dan menggadaikan SK bukan perbuatan kriminal," kata Boydo Panjaitan.

Anggota Dewan di Sumut Ramai-ramai Gadaikan SK, Bisa Kredit Hingga Rp 2 Miliar
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 mengikuti prosesi pengambilan sumpah pada Rapat Paripurna Pelantikan Anggota Dewan, di Medan, Sumatera Utara, Senin (16/9/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

MEDAN, TRIBUN - Pascadilantik menjadi wakil rakyat, sejumlah anggota DPRD di berbagai daerah menggadaikan Surat Keputusan (SK) Penetapannya.

Tak terkecuali di Medan dan daerah kabupaten kota lain di Sumatra Utara. SK Penetapan ini digadaikan untuk mendapatkan dana segar. Jumlahnya tidak kecil. Bisa ratusan juta sampai maksimal Rp 2 miliar.

Anggota DPRD Medan periode 2014-2019, Boydo HK Panjaitan, terang-terangan mengaku pernah menggadaikan Sk-nya.

"Gadaikan SK itu untuk banyak hal. Salah satunya untuk menutup uang yang sebelumnya kita pinjam sebagai dana kampanye."

"Kadang ada juga kebutuhan-kebutuhan lain yang memerlukan dana tidak sedikit," katanya pada Tribun di Medan, tengah pekan lalu.

Atas SK yang digadaikannya Boydo mendapatkan uang pinjaman sebesar Rp 700 juta.

"Mekanismenya persis sama seperti pinjam atau kredit ke bank.

Ada petugas bank yang melakukan survei.

Misalnya kemampuan finansial.

Berapa pinjaman dan berapa penghasilan.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved