Banjir Bandang Melanda Kawasan Silahisabungan, Rumah dan Ladang Warga Terendam hingga Jembatan Rusak

Debit air sungai yang membelah wilayah Silahisabungan, Sungai Sibolahuta, membesar dan meluap ke permukiman warga.

Banjir Bandang Melanda Kawasan Silahisabungan, Rumah dan Ladang Warga Terendam hingga Jembatan Rusak
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Jembatan penyeberangan orang di Desa Paropo I, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, rusak parah usai diterjang banjir bandang. Foto diambil Senin (11/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Banjir bandang melanda Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi usai hujan deras, Minggu (10/11/2019) kemarin.

Debit air sungai yang membelah wilayah Silahisabungan, Sungai Sibolahuta, membesar dan meluap ke permukiman warga.

Akibatnya, rumah dan lahan pertanian masyarakat terendam. Paling parah ialah jembatan penyeberangan orang di Desa Paropo I.

Jembatan mengalami rusak parah karena tak sanggup menahan derasnya arus banjir.

"Hujan deras kemarin membuat sungai meluap, jembatan putus, saluran air irigasi putus, dan lahan pertanian rusak," ujar Robinhot Lingga, perangkat Pemerintah Desa Paropo I yang ditemui Senin (11/11/2019).

Pantauan Tribun Medan di lokasi hari itu, para warga pemilik lahan mencoba memperbaiki tanamannya yang rusak diterjang banjir.

Pemerintah masing-masing desa di Kecamatan Silahisabungan mengecek dan mendata korban/warga yang terdampak.

"Banjir bandang kali ini tidak separah yang lalu-lalu. Rumah atau lahan pertanian yang rusak hanya di pinggir-pinggir sungai. Tak sampai meluas," kata Camat Silahisabungan, Esra Anakampun.

Dikatakan Esra, jembatan yang putus tersebut bukanlah penghubung jalan umum (jalan provinsi), melainkan jembatan sebagai akses warga memasuki lahan pertanian (jalan desa).

Esra mengaku, pihaknya telah melaporkan hal itu kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sumut guna memohon normalisasi Sungai Sibolahuta.

"Kita memohon kepada PSDA supaya membuat normalisasi sungai, baik yang di Silalahi, maupun di Paropo, seperi pengangkatan batu-batu kali dari badan sungai, pengorekan, pembuatan bronjong di sepanjang bibir sungai, dan lain-lain, agar sungai sanggup menampung debit air yang banyak," ujar Esra.

Sembilan Rumah di Kecamatan Mardinding Rusak Dihantam Banjir Bandang

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved