Banjir di Tanah Jawa Simalungun Rendam Ratusan Rumah, Seorang Ibu Meninggal Dunia

Farolan mengatakan banjir ini terjadi akibat luapan air dari perkebunan PTPN IV. Ia mengatakan luapan ini terjadi karena tanggul PTPN IV jebol.

Banjir di Tanah Jawa Simalungun Rendam Ratusan Rumah, Seorang Ibu Meninggal Dunia
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Banjir terjadi di Desa Totap Majawa Blok X Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya, Senin (11/11/2019).

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Seorang ibu rumah tangga yang belum diketahui identitasnya tewas kesetrum saat mencoba mencabut kabel kontak barang elektronik kulkas dari dalam rumah yang sudah digenangi banjir.

Mayat ibu ini sudah dievakuasi oleh personel Polsek Tanah Jawa Polres Simalungun. Demikian disampaikan Camat Tanah Jawa Farolan Sidauruk via seluler, Senin (11/11/2019). 

"Masih diarahkan ke Polsek. Iya dia keseterum. Ia mencoba mencabut kabel kulkas,"ujarnya. 

Farolan menjelaskan korban meninggal dunia di rumahnya di Perumahan Afdeling VI Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Farolan mengatakan banjir ini terjadi akibat luapan air dari perkebunan PTPN IV. 

Banjir terjadi di Desa Totap Majawa Blok X Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya, Senin (11/11/2019).
Banjir terjadi di Desa Totap Majawa Blok X Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya, Senin (11/11/2019). (TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG)

Ia mengatakan luapan ini terjadi karena tanggul PTPN IV jebol. Ia mengatakan banjir besar ini terjadi pada sore hari hingga setinggi pinggang orang dewasa. 

"Sore hari itu terjadi. Iya ini luapan PTPN IV mungkin ada tanggul mereka yang jebol lari ke pondok. Biasanya gakk ke pondok. Kalau sekarang sudah surut,"katanya. 

Farolan mengatakan banjir ini menyapu desa Totap Majawa Blok X Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya. Katanya, saat ini kondisi banjir sudah mulai surut. 

"Sekarang sudah surut. Memang tadi banjirnya sampai sepingganglah,"katanya. 

Sementara, Pelaksanatugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Frits Damanik mengatakam sudah mengerahkan tim untuk turun ke lokasi banjir. Ia belum bisa mengungkapkan data-data berapa rumah yang terendam banjir. 

"Ini anggota sudh turun ke sana untuk melihat kondisinya. Nanti kalau sudah dapat data pasti kita kabari,"katanya. 

Diketahui, hujan deras yang mengguyur membuat ratusan rumah terendam banjir. Banjir ini menggenangi rumah yang diperkirakan 400 kepala keluarga. Selain itu, luapan air dari PTPN IV yang kerap terjadi telah membuat jembatan akses penghubung Siantar-Tanah Jawa amblas.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved