Begini Upaya SUMECO bersama YAGASU Melestarikan Bangau Tongtong di Percut Sei Tuan Deliserdang

Oleh karena itu pelestarian Bangau Tongtong sangat penting, apalagi dilihat status konservasi Bangau Tongtong yang rentan.

Begini Upaya SUMECO bersama YAGASU Melestarikan Bangau Tongtong di Percut Sei Tuan Deliserdang
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
SUMECO yang didampingi Balai Besar TNGL serta YAGASU melakukan upaya pelestarian burung Bangau Tongtong bersama Masyarakat Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Burung Bangau Tongtong dalam bahasa latinnya disebut Leptoptilos Javanicus, yang merupakan spesies burung dari familia bangau atau Ciconiidae.

Habitat terbesar Bangau Tongtong terdapat di Selatan Asia mulai dari India Timur sampai Pulau Jawa, tak lain juga di Sumatera Utara, hari Minggu (10/11/2019).

Namun saat ini, ketua koordinator tim penyelamatan satwa Sumatra Ecoproject (SUMECO), Bobi Handoko mengatakan bahwa burung Bangau Tongtong sudah hampir punah.

Oleh karena itu pelestarian Bangau Tongtong sangat penting, apalagi dilihat status konservasi Bangau Tongtong yang rentan/vulnerable dari red list IUCN.

“Ya dimana populasinya Bangau Tongtong sudah jauh berkurang, menjaga populasi Bangau Tongtong sangat penting di dalam tatanan ekosistem. Sama hal nya dengan menjaga biodiversitas kita semua,” ucapnya.

Kemudian, Bobi mengatakan dalam kegiatan pelestarian burung Bangau Tontong, SUMECO yang didampingi oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), akan melakakukan pelepasan satu ekor Burung Bangau Tongtong yang diserahkan oleh masyarakat Martubung.

“Karena adanya tingkat kesadaran masyarakat yang sering kami sosialisasikan, bahwa burung Bangau Tongtong merupakan hewan yang dilindungi. Jadi hal ini membawa dampak positif, untuk mengembalikan burung tersebut ke habitatnya di Pesisir Pantai Percut Sei Tuan melalui SUMECO yang didampingi TNGL,” ujarnya.

Dalam hal ini juga SUMECO meminta bantuan pihak Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU), dalam upaya pelestarian Bangau Tongtong yang dilakukan di Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Sebab, kawasan Percut Sei Tuan merupakan wilayah konservasi YAGASU dan kawasan tersebut merupakan tempat habitat burung Bangau Tongtong.

“Ya karena dari data dokumentasi penelitian mahasiswa Biologi USU, telah menemukan beberapa populasi Bangau Tongtong berada di kawasan Percut Sei Tuan, dan ini juga merupakan wilayah konservasi YAGASU. Oleh karena itu kami meminta bantuan YAGASU dan mengajak kerjasama untuk melesetarikan Bangau Tongtong,” tuturnya.

Dalam hal ini, Reseach and Field Monitoring Manager YAGASU, Grace Panjaitan, mengatakan bahwa SUMECO dan TNGL meminta bantuan dan menanyakan kepada YAGASU untuk rekomendasi tempat dan habitat yang baik untuk melepaskan Bangau Tongtong ke habitat aslinya.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved