Breaking News:

Kadis PMD Deliserdang Ungkap Sempat Ada Lima Desa yang Dicurigai Fiktif

Ia menyebut pascapengaduan dari LSM ke Kementerian Desa Satgas Dana Desa pun sempat turun dan hasilnya tidak terbukti.

FOTO ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deliserdang mengakui bahwa ada lima desa di wilayah Kabupaten Deliserdang yang sempat di isukan sebagai Desa Fiktif atau Desa Hantu.

Selain di wilayah Kecamatan Gunung Meriah juga ada di wilayah Kecamatan Namorambe. Terkait hal ini Kadis PMD Deliserdang, Citra Efendy Capah pun membantahnya.

Ia menyebut pascapengaduan dari LSM ke Kementerian Desa Satgas Dana Desa pun sempat turun dan hasilnya tidak terbukti.

"Lima desa yang sempat dianggap dan dilaporkan fiktif itu Desa Simempar di Kecamatan Gunung Meriah dan untuk di Kecamatan Namorambe Desa Tanjung Selamat, Desa Rumah Keben, Desa Uruk Gedang dan Desa Gunung Barita. Desa-Desa ini kantor Desanya ada dan setelah Satgas Dana Desa turun tidak terbukti fiktif,"ujar Citra Efendy Capah. 

Karena memiliki kantor desa, lanjut Capah, otomatis lima Desa itu juga memiliki luas wilayah, perangkat desa dan masyarakat.

Disebut beberapa masyarakat yang ada di desa itu diakui ada yang memutuskan tinggal di desa lain lantaran belum adanya jaringan listrik.

Selain itu fasilitas air bersih juta masih sulit diperoleh. Mantan Camat Galang ini menyebut bahwa Satgas Dana Desa memberikan kesimpulan bahwa lima desa ini sangat berpotensi untuk dikembangkan dan memiliki persayaratan sebagai desa penerima dana desa dari pemerintah. 

"Kita sudah pernah panggil Kepala Desa dari lima Desa ini. Tujuannya untuk lebih memastikan keberadaan desa yang dianggap fiktif, kita memanggil kepala desanya dan menanyakan situasi terkini tentang desanya masing-masing dalam rapat khusus yang digelar di kantor PMD dan menghadirkan pihak Inspektorat, Dinas Pendidikan, Dinas Perkim, Dinas PU, Camat dan stakeholder lainnya. Dalam rapat ini kita ingin mendengar langsung penjelasan dari masing-masing kepala desa terkait dengan desa yang dipimpinnya," kata Capah.

Dari lima kepala desa yang diundang, Kepala Desa Simempar tidak bisa hadir. Empat kepala desa yang hadir dalam rapat adalah Kades Tanjung Selamat Elieser Tarigan, Kades Uruk Gedang N Bukit, Kades Rumah Keben Melson Sembiring dan Kades Gunung Barita Sudirman Sembiring.

Disebut dalam rapat tersebut masing-masing kepala desa memaparkan bahwa mereka memiliki warga, memiliki administrasi kependudukan (KTP/KK), kantor desa, dan dana desa yang dikucurkan sejak tahun 2015 sampai sekarang. 

"Dana itu dimanfaatkan untuk membangun jalan desa, balai desa, saluran irigasi dan rabat beton untuk akses masyarakat,"kata Capah.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved