Pascabanjir Bandang di Mardingding, Warga Lau Pengulu Mulai Kembali Menempati Rumah

Sekarang sudah banyak yang pulang, karena kemarin warga sudah gotong royong membersihkan desa dan rumahnya.

Pascabanjir Bandang di Mardingding, Warga Lau Pengulu Mulai Kembali Menempati Rumah
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Warga Desa Lau Pengulu Kecamatan Mardingding melakukan pembersihan pascabanjir bandang, Senin (11/11/2019) kemarin. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pascadilanda banjir bandang Minggu (10/11/2019) kemarin, warga Desa Lau Pengulu, Kecamatan Mardingding, kehidupan warganya sudah berangsur pulih. Warga yang sebelumnya sempat mengungsi akibat rumahnya terendam banjir, juga sudah kembali ke rumah.

Menurut informasi, sejak kemarin masyarakat desa sudah mulai berbenah untuk melakukan pembersihan.

Kepala Desa Lau Pengulu Riki Tarigan, mengungkapkan hingga saat ini para korban yang rumahnya terdampak banjir sudah mulai kembali ke rumah. Dirinya menyebutkan, pada saat terjadi banjir hampir seluruh warga desa berkumpul di balai warga (jambur).

"Sekarang sudah banyak yang pulang, karena kemarin warga sudah gotong royong membersihkan desa dan rumahnya," ujar Riki, saat dihubungi via seluler, Selasa (12/11/2019).

Amatan www.tribun-medan.com, pada Senin (11/11/2019) kemarin warga sudah terlihat melakukan pembersihan. Ada yang terlihat membersihkan perabotan rumah dengan cara seadanya di aliran sungai, dan ada juga yang menggunakan alat penyemprot air.

Riki menjelaskan, untuk rumah-rumah warga saat ini seluruhnya sudah bersih dari lumpur yang sempat menggenang. Namun, untuk di seputar halaman memang sisa lumpur masih terlihat, dan mulai mengering.

"Kemarin warga juga ada dibantu oleh pemadam untuk membersihkan lumpur, tapi kalau alat penyemprot itu warga swadaya menyewa," ungkapnya.

Banjir Bandang Hantam Desa di Kecamatan Mardingding, Bawa Material Batu dan Kayu

Rumahnya Rusak Dihantam Banjir Bandang, Orinta Bru Sihombing Menangis Sambil Menggendong Cucu

Warga Desa Pengulu, Kecamatan Mardingding, mulai berbenah usai desanya dihantam banjir bandang, Senin (11/11/2019).
Warga Desa Pengulu, Kecamatan Mardingding, mulai berbenah usai desanya dihantam banjir bandang, Senin (11/11/2019). (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)

Diketahui, akibat peristiwa banjir bandang ini menyebabkan sedikitnya sembilan rumah warga terkena imbas. Dari seluruhnya, dua rumah yang berada di sepanjang aliran sungai mengalami rusak berat. Untuk warga yang rumahnya rusak ringan, Riki mengatakan seluruhnya sudah kembali ke rumah.

"Kalau untuk yang rumahnya rusak berat, mungkin sekarang masih di rumah saudaranya untuk mengungsi. Karena rumahnya sudah tidak bisa dihuni lagi karena dihantam material banjir," katanya.

Ketika ditanya perihal normalisasi sungai, Riki mengaku jika kemarin mereka juga sudah melakukan hal tersebut. Untuk menyingkirkan bebatuan yang menumpuk di sungai, dirinya menjelaskan mereka dibantu menggunakan alat berat. Namun, untuk pengadaan alat berat mereka harus mengusahakannya sendiri meminjam ke perusahaan perkebunan yang dekat dengan desa tersebut.

"Kalau sungai sudah kita normalisasi, alat beratnya kita pinjam ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan saran dari kecamatan. Kalau untuk bawa batunya, kami juga swadaya mengumpulkan dana untuk menyewa truk," ungkapnya.

Saat ditanya perihal bantuan dari instansi terkait, dirinya mengaku hingga saat ini belum diterima bantuan berupa sembako atau bahan bangunan. Malah, dirinya mengaku untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di Kabanjahe, datang sangat terlambat ke lokasi.

"Enggak ada bantuan, cuma dari swasta aja lah. BNPB kemarin cuma datang mau ngontrol saja. Saya bilang kok lama kali datangnya, mereka malah bilang baru dapat informasi," ucapnya.

Dirinya menyebutkan, untuk saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan terutama bahan bangunan untuk membenahi kedua rumah warga yang rusak berat.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved