Pembacaan Vonis Perkara 60 Kg Sabu Ditunda, Majelis Hakim Masih Berembuk

Najelis hakim yang menyidangkan perkara masih berembuk untuk menentukan hukuman yang akan mereka jatuhkan.

Pembacaan Vonis Perkara 60 Kg Sabu Ditunda, Majelis Hakim Masih Berembuk
Tribun Medan/Mustaqim Indra Jaya
Terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 60 kilogram, Setiawan Al Ghazali, Susanto alias Awi dan Awi Kevin alias Adi saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan hukuman dari JPU di ruang Kartika PN Kisaran, Selasa (29/10/2019). Ketiganya oleh JPU dituntut dengan hukuman mati. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sidang pembacaan vonis hukuman perkara penyelundupan 60 kilogram sabu dengan terdakwa Susanto alias Awi, Setiawan Al Ghazali aliae Wan dan Awi Kevin alias Adi yang seyogianya berlangsung Selasa (12/11/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran ditunda.

Humas PN Kisaran, Miduk Sinaga menyebutkan, penundaan terpaksa dilakukan, karena majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut masih berembuk untuk menentukan hukuman yang akan mereka jatuhkan.

"Di PN Kisaran kan banyak perkara. Kami maunya pas pembacaan putusan, itu sudah siap. Setelah itu langsung dimasukkan ke sistem. Saat ini masih terjadi perdebatan antar majelis yang menyidangkan," kata Miduk, Selasa.

Diketahui majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut diketuai Ulina Marbun serta dua hakim anggota Nelly Andriani dan Boy Aswin Aulia.

Pada persidangan Selasa (29/11/2019) lalu di Ruang Kartika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara menuntut ketiga terdakwa, masing-masing dengan hukuman mati.

Jaksa menilai perbuatan ketiga terdakwa warga Riau itu bertentangan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan masing-masing terdakwa dengan hukuman mati," kata JPU, David Silitongan ketika itu.

Jaksa menjelaskan tuntutan itu diberikan kepada terdakwa, karena ketiganya tidak mengikuti program pemerintah untuk bersama-sama memberantas peredaran narkotika.

"Terdakwa Setiawan dan Susanto sebelumnya pernah melakukan perbuatan yang sama, yaitu mengantarkan sabu seberat 30 kilogram dari Riau menuju Palembang," jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) memberhentikan satu unit mobil Innova warna abu-abu, BM 1033 BA di Jalan Lintas Sumatera, Batubara tepatnya di depan SMP Negeri 1 Limapuluh pada Jumat (12/4/2019) lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved