News Video

Pembunuhan Semarga di Samosir karena Beda Pilihan Kepala Desa

Polres Samosir menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea terhadap Sundung Rumapea

TRIBUN-MEDAN.COM - Polres Samosir menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea terhadap saudara semarga,  Sundung Rumapea (51), di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Selasa (12/11/2019).

Pembunuhan terjadi pada 23 Agustus 2019 sekitar pukul 7 malam di warung tuak.

Rekonstruksi disaksikan warga dan dipimpin Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjarnahor dan dihadiri empat saksi.

Jonser Banjarnahor mengatakan, tersangka dikenakan pasal 338 yaitu pembunuhan bersama-sama.

Kasat Reskrim Polres Samosir, Jonser Banjarnahor mengatakan keduanya menganiaya korban Sundung Rumapea (51) di warung tuak di Nainggolan, Samosir.

"Akibat perdebatan tentang beda calon yang didukungnya masing-masing,"ujar Jonser.

Kata Jonser, kronologis perkelahian diawali dari perdebatan tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Piilkades) di Kabupaten Samosir pada 31 Oktober 2019 nanti.

Perdebatan tentang beda calon yang didukungnya masing-masing, memicu pembunuhan semarga.

Awalnya, ketika Sundung Rumapea (51) minum tuak bersama teman-temannya di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan pukul 7 Sore hari pada Jumat 23 Agustus 2019 lalu.

Saat bersamaan, terduga pelaku Dorlan Rumapea (50) dan Lamboi Rumapea (35) ikut minum tuak di warung tersebut.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved