Rekonstruksi Terbunuhnya Sundung Rumapea karena Beda Pilihan Kades, Satu Tersangka Awalnya Melerai

Pada adegan pertama, Dorlan Rumapea, Lamboi Rumapea dan Sundung Rumapea minum tuak di warung lemari rumapea.

Rekonstruksi Terbunuhnya Sundung Rumapea karena Beda Pilihan Kades, Satu Tersangka Awalnya Melerai
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Polres Samosir menggelar rekonstruksi pertikaian yang dilakukan Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea terhadap sundung Rumapea saudara semarga "appara" sampai hilang nyawa di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Polres Samosir menggelar rekonstruksi pertikaian yang dilakukan Dorlan Rumapea dan Lamboi Rumapea terhadap saudara semarga "appara" sampai hilang nyawa karena beda pilihan calon kepala desa di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan, Selasa (12/11/2019).

Kasus tersebut berawal dari keduanya terlibat perkelahian dengan korban Sundung Rumapea (51) di warung tuak di Nainggolan, Samosir pada pukul 7 Sore hari, Jumat 23 Agustus 2019 lalu.

Gelar rekonstruksi disaksikan warga dan dipimpin Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjar Nahor. Saat gelar rekon, dihadirkan empat saksi. Antara lain, Deddy Lumban Tungkup, Lameria Rumapea, Pandir Rumapea dan Jamanat Sinaga.

Jonser Banjarnahor mengatakan, terhadap tersangka dikenakan pasal 338 subs pasal 170 ayat 2 yaitu penganiayaan secara yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 23 Agustus 2019 pukul 10 Malam di Silanjang Huta Rihit, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Pada adegan pertama, Dorlan Rumapea, Lamboi Rumapea dan Sundung Rumapea minum tuak di warung lemari rumapea. Lalu Jamana Sinaga tiba di warung tuak. lalu duduk dan memesan teh manis.

Kemudian Sundung bertanya ke Jamana, "Songon na mabbosseng ho anggia (seperti yang kamu dik),"tanya Sundung. "Ah, na manumpang do nakkinani sian dalanan bang (ah, yang menumpangnya tadi dari jalan sana bang) ",jawab Jamana.

Kemudian Sundung Rumapea kembali Berkata "ai sahat ma taruhon hu huta dabah. ( Iya sampailah kamu antar ke kampungnya.

Jamana Sinaga kembali menjawab tidak sampai ke kampung karena Jalan menanjak. "Na aha do rencanamu, ai ditaruhon ho pe i asa boi do hu ide mi (kamu antar pun itu, biar bisanya sama dengan tujuan pilhanmu/kepala desa),"sebut Sundung menimpali.

Jamana menjawab, "daong, isena olo bah olo (tidak, siapa yang mau ya maulah". Kemudian Dorlan Rumapea mmenimpali Sundung Rumapea "ai ho sude disukkuni ho bang (kamu bang, semuanya kamu tanyai),"ujar Dorlan.

Lalu, Sundung Rumapea menjawab "ai ido nian politikon, dang niantusan. Ai ho husi Pak Penty do huroa ho"( itu lah politik ini, tidak kita tau itu, kamu juga Pak Pentynya
kamu pilih ?). Lantas Dorlan menjawab "ai ho pintor di positifhon ho do (ah kamu, langsung begitunya pemikiran mu",jawab Dorlan.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved