Sungai Bunut Lama dan Silo Tua Meluap, Permukiman Warga di Dua Kecamatan Sempat Terendam

Air dikedua sungai yang berada di wilayah hulu Kabupaten Asahan, berbatasan dengan Kabupaten Simalungun itu sempat meluap.

Sungai Bunut Lama dan Silo Tua Meluap, Permukiman Warga di Dua Kecamatan Sempat Terendam
TRIBUN MEDAN/HO
Petugas BPBD Asahan melihat kondisi jembatan di Desa Prapat Janji yang rusak akibat tergerus air sungai pada Senin (11/11/2019) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Hujan deras disertai petir yang melanda wilayah Kabupaten Asahan pada Senin (11/11/2019), mengakibatkan naiknya debit air sungai, yaitu Sungai Bunut Lama dan Sungai Silo Tua.

Bahkan, air dikedua sungai yang berada di wilayah hulu Kabupaten Asahan, berbatasan dengan Kabupaten Simalungun itu sempat meluap.

Sekretaris BPBD Asahan, Khaidir Sinaga menyebutkan, akibat meluapnya kedua sungai tersebut, sejumlah permukiman warga yang berada di Kecamatan Setia Janji dan Kecamatan Buntu Pane terendam.

"Ratusan rumah yang berada di Desa Sei Silau Tua, Desa Sei Silau Barat dan Desa Bangun Sari di Kecamatan Setia Janji, serta Desa Silau Timur, Desa Prapat Janji di Kecamatan Buntu Pane sempat terendam," kata Khaidir, Selasa (12/11/2019).

Namun, air yang sempat memasuki permukiman warga itu pada Selasa pagi berangsur-angsur surut.

BPBD Kabupaten Asahan bersama Camat, Kepala Desa yang berada wilayah terdampak serta Polsek Prapat Janji kemudian melakukan pengecekan ke lapangan untuk menginventarisir dampak peristiwa tersebut.

"Berdasarkan hasil pendataan yang sempat terdampak genangan air di Desa Sei Silau Tua terdapat satu unit kantor desa, satu unit rumah ibadah, satu unit PAUD. Di Desa Bangun Sari, satu unit SD Negeri dan satu unit rumah ibadah. Di Desa Sei Silau Timur, satu rumah ibadah terdampak," sebutnya.

Selain itu terdapat abrasi badan jalan desa di setiap desa yang terdampak genangan air. Beberapa luasan tanaman perkebunan warga terendam serta jembatan penghubung yang berada di Desa Prapat Janji rusak.

Camat Buntu Pane, Erric Yudhistira menyebutkan pasca-titi penghubung di Desa Prapat Janji rusak, maka masyarakat bergotong royong membuat jembatan darurat agar kendaraan roda dua dapat melintas atas dukungan pemerintah kecamatan dan desa.

Menurutnya jembatan tersebut memang sudah mengalami kerusakan dan usianya cukup tua. 

"Jadi pembangunan jembatan akan dilakukan secepatnya, karena sebelumnya sudah dimasukkan dalam anggaran pemerintah," jelas Erric.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved