Kadinsu Dukung Pembuatan Eco Enzyme di Sekolah Budi Utomo

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan

Kadinsu Dukung Pembuatan Eco Enzyme di Sekolah Budi Utomo
TRIBUN MEDAN/HO
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019).

"Mengolah sampah organik menjadi enzyme yang merupakan bahan bermanfaat bagi kehidupan adalah sebuah gagasan dan kegiatan yang sangat mulia. Eco Enzyme ini merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah, sayuran, gula, dan air," sambung Bathara Surya Yusup SE,MS dari Yayasan Budaya Hijau Indonesia

Eco Enzyme merupakan cairan ajaib yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, binatang dan tumbuhan. Melihat temuan yang spektakuler ini, menjadi sebuah pemikiran bagi Budi Utomo untuk melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang dan ahli agar masyarakat sekolah megetahui, melaksanakan, dan memamfaatkan Eco Enzyme ini nanti.

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Ia menjelaskan manfaat pembuatan Eco Enzyme ini adalah untuk penghematan yaitu mengalihfungsikan atau merubah sampah menjadi pembersih rumah tangga dan lingkungan, mengurangi polusi yang diakibatkan oleh sampah, dengan cara ini sampah bisa dimanfaatkan sehingga tidak berserakan di sembarang tempat.

Selain itu, Eco Enzyme juga dapat menghilangkan bau limbah dan pebusukan di rumah tangga atau lingkungan, pembersih berbagai kebutuhan dapur masak dan rumah tangga, sebagai antiseptik untuk membuang kuman pada sayur, buah-buahan sebelum dikonsumsi, untuk perawatan tubuh, pupuk dan lain sebagainya.

"Sosialisasi ini diikuti oleh 100 siswa yang dipilih dari unit SD, SMP dan SMA, didampingi oleh 18 guru yang hadir. Bahkan siswa lain pun yang tidak ditugaskan sangat antusias mendengar dan memperhatikan proses pembuatan Eco Enzyme ini," jelasnya.

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Dalam kegiatan ini setiap siswa menyiapkan sekitar 1,5 sampai dengan 2 kilogram sampah dapur organik dan 1 botol aqua ukuran 1500 ml. Selain itu dibutuhkan cutter untuk mencincang sampah dapur bahan fermentasi.

"Kegiatan ini begitu menarik dan terasa bermanfaat bagi siswa. Sebagai generasi muda hal ini penting untuk pembelajaran karakter perduli lingkungan. Kami juga bekerjasama dengan Pemerhati Lingkungan Hidup yang dimotori oleh Bpk.Dr.Ir.Martono Anggusti SH,M.Hum,.MM," katanya

Adapun narasumber atau pembimbing pembuatan Eco Enzyme ini adalah Bathara Surya Yusup SE,MS dari Yayasan Budaya Hijau Indonesia yang merupakan Program PBB, dan Penggiat Kotaku Kota Medan Yenny Susanty Srg ST, serta dibantu 4 orang official dari Kadinsu.

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Dijelaskannya kegiatan ini sangat baik dan menggembiarakan dan Budi Utomo sangat merasa bangga karena menjadi sekolah pertama yang melakukan kegiatan ini.Budi Utomo sebagai kampung pertama mendapat satu kehormatan dan menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berbenah di bidang pengetahuan formal. Budi Utomo juga akan terus melakukan inovasi pembelajaran meningkatkan rasa cinta pada lingkungan, terus berkonsentarasi membentuk karakter internal dan ektrnal.

"Sekarang Budi Utomo telah memproses 75 botol ukuran 1500 ml dan 20 drum fermentasi bakal Eco Enzyme karya siswa dan guru yang siap dipanen. Panen pertama ini dijadwalkan tanggal 25 Desember 2019 yakni setelah 100 hari dalam fermentasi. Ini merupakan sebagai wujud nyata Budi Utomo memberikan edukasi peduli lingkungan dan akan menggunakan Eco Enzyme ini untuk kebutuhan lingkungan," katanya.

Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadinsu) melalui program "KADIN GO TO SCHOOL" mendukung kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme yang diselenggarakan di Lapangan Baru Budi Utomo Jalan Jurung, Sabtu (14/9/2019). (TRIBUN MEDAN/HO)

Budi Utomo akan terus melakukan inovasi dengan bekerjasama dengan Kadinsu untuk mendukung program "KADIN GO TO SCHOOL" termasuk kegiatan lain seperti program pembuatan Bricket kedua. Pembuatan Bricket akan dijadwalkan pada akhir November 2019

"Sangat diharapkan dukungan semua pihak untuk mendukung keberhasilan kegiatan ini. Kegiatan nantinya akan terus menggalang kerjasama dengan Yayasan Budaya Hijau Indonesia yang merupakan perpanjangan tangan dari Program PBB. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak sehingga pembelajaran dan pelatihan berharga seperti ini terlaksana dengan baik sehingga menjadi inovasi baru dan menjadi bagian promosi sekolah nantinya," pungkasnya

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved