Hari Ini KPK Periksa Anggota DPRD Medan Akbar Himawan Buchori Terkait Dugaan Suap Dzulmi Eldin

Anggota DPRD Medan Akbar Himawan Buchari dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan kasus suap yang turut menjerat Dzulmi Eldin

Hari Ini KPK Periksa Anggota DPRD Medan Akbar Himawan Buchori Terkait Dugaan Suap Dzulmi Eldin
Tribunnews/Ilham
Febri Diansyah menyebutkan KPK menjadwalkan pemeriksaan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar, Akbar Himawan Buchori pada hari ini, Kamis (14/11/2019). 

Namun, KPK tidak mengungkap apa saja yang disita dalam penggeledahan tersebut.

Sejauh ini, KPK menetapkan Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni,? Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari.

Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp 50 juta kepada Dzulmi.

Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp 200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.

Atta Halilintar Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama, Sang Pelapor Tak Mau Jumpai Sang YouTuber

Viral Pernikahan Perempuan 21 Tahun dengan Remaja 14 Tahun yang Bikin Warganet Cemburu

Sebelumnya, Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan prihatin terhadap Akbar Himawan Buchari yang terseret pusaran kasus suap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin.

Akbar Himawan Buchari merupakan kader partai berlambangkan pohon beringin. Namun, saat ini Akbar tidak lagi masuk dalam kepengurusan Partai Golkar, tepatnya sejak tahun 2018 lalu.

"Sejak Oktober 2018 lalu Saudara Akbar memang sudah tidak di kepengurusan Golkar lagi," kata Doli, kepada Tribun Medan melalui pesan singkat WhatsApp.

Halaman
123
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved