Sempat Diminta Orang Tua Berhenti jadi Atlet, Ema Torehkan Prestasi Tingkat Nasional

Dengan Raihan itu dia berhak atas satu tiket berlaga pada kompetisi olahraga tertinggi di Indonesia yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Sempat Diminta Orang Tua Berhenti jadi Atlet, Ema Torehkan Prestasi Tingkat Nasional
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Atlet muaythai Ema Surbina Br Purba (kiri) peraih Medali emas Cabor Muaythai Porwil Sumatera babak kualifikasi Pra-PON 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet bela diri Muaythai Sumut, Ema Surbina Br Purba akhirnya mampu membuktikan pada orang tuanya bahwa dirinya mampu menorehkan prestasi di ajang tingkat nasional.

Atlet asal Tanah Karo ini sukses membawa pulang medali emas dari ajang Porwil se-Sumatera di Bengkulu yang juga jadi babak kualifiaksi Pra-PON 2019.

Dengan Raihan itu dia berhak atas satu tiket berlaga pada kompetisi olahraga tertinggi di Indonesia yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020.

"Saya tentu bangga. Ini buat orang tua juga dan semua pelatih yang mendukung saya," ujarnya, kepada Tribun Medan,

Ema menuturkan, sempat diminta oleh orang tuanya agar berhenti saja menjalani profesi sebagai atlet bela dirinya. Selain orangtuanya takut anak perempuannya itu akan mengalami cidera atau sakit akibat olahraga beladiri yang keras , juga dikarenakan Ema belum mampu menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

Dia paham, orangtuanya tentu ingin agar anaknya bisa memiliki masa depan yang baik. Namun dengan torehan medali emas di ajang bergengsi yang diraih Ema, bisa sedikit memberi kebanggaan bagi orangtuanya. Apalagi tiket PON Papua juga sudah di tangganya. Karena itu langkahnya kini terbuka untuk bisa menjadi atlet berprestasi tingkat nasional.

"Orangtua memang sempat melarang karena sempat gagal. Orangtua kasihan samamku dan takut ujung-ujungnya sakit. Tapi akhirnya bisa berprestasi, dukungan para pelatihku juga yang ikut mendukung," katanya.

Tak hanya tantangan dari keluarga yang harus dihadapinya, jelang Porwil Bengkulu yang digelar 3-9 November kemarin, Ema menuturkan juga masih harus menurunkan berat badannya agar bisa berlaga sesuai kelas. Diet ketat pun dilakukannya. Agar tetap fit dan bisa menurunkan berat maka beberapa Minggu jelang laga dia lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah daripada nasi.

"Aku turun di kelas 45 Kg senior putri. Sempat harus diet total banyak makan sayur dan gak makan nasi. Sempat makan empat biji anggur saja sebel latihan. Timbangan sebelum tanding 49 kg jadi harus diturunkan. Setiap pagi dan sore wajib joging satu jam untuk jaga stamina," ungkapnya.

Kini setelah meraih lolos, Ema akan mempersiapkan diri kembali untuk berlaga di PON Papua. Dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan peluang yang telah didapatnya. Karena itu, dia bertekad mampu meraih prestasi nantinya.

"Ini masih libur sebentar. Tapi gak boleh lama libur, jadi setelah ini akan kembali latihan lagi dulu di kampung halaman, gabung sama atlet Tanah Karo. Rencananya nanti juga akan ada pelatda PON dan akan training ke Thailand dengarnya," pungkasnya.

Biofile:
Nama : Ema Surbina Br Purba
TTL : Batukarang, 30 Desember 1998
Ayah: Ngoratken Purba
Ibu : Rulih Br Bangun
Anak kedua dari tiga bersaudara
Alumni SMK Immanuel Kabanjahe
Pretasi:
- Meraih Medali emas Cabor Muaythai Porwil Sumatera 2019

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved