BMKG Rilis dalam Sepekan Sumut Dilanda Gempa Bumi 20 Kali

Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis gempa bumi yang melanda wilayah Sumatera Utara

BMKG Rilis dalam Sepekan Sumut Dilanda Gempa Bumi 20 Kali
Shutterstock
Ilustrasi gempa. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis gempa bumi yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam kurun waktu sepekan di Minggu ke dua bulan November 2019.

Dari data yang diperoleh Tribun Medan pada Jumat (15/11/2019), rekaman gempabumi tercatat di Seiscomp3 Stasiun Geofisika Deli Serdang, sejak (8/11/2019) sampai (14/11/2019) tercatat 20 kejadian gempa bumi.

Di mana, tujuh gempa bumi berasal di daratan dan 13 kali di lautan.

Dari jumlah 20 kali tersebut, besar gempa bumi dengan magnitudo berkisar antara M= 2.6 hingga M= 4.9. dengan ke dalaman bervariasi antara 5 Km hingga 115 Km.

Dari 20 kejadian gempabumi yang tercatat di Seiscomp3 Stasiun Geofisika Deli Serdang, satu, kejadian gempabumi dirasakan oleh sebagian orang di daerah Gunungsitoli, Nias Utara, Nias Selatan dan Nias Barat dengan Skala Intensitas antara II s/d III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan mobil truk yang sedang melaju).

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang Teguh Rahayu, S.Kom, MM mengatakan, gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 12 November 2019 pukul 18.42.50 WIB di wilayah Nias.

Hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0.87 LU dan 97.41 BT dengan Magnitudo 4,9, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 17 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 22 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yg menujam di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami," pungkasnya

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved