Breaking News:

Dituding Warganya Pungli Prona dan Bedah Rumah, Kades Simartugan Tantang Tunjukkan Bukti

Alliber Kaloko saat dikonfirmasi membantah seluruh tudingan tersebut. Ia menantang warga yang menuduhnya mengutip pungli untuk menunjukkan bukti

Penulis: Dohu Lase |
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Para pendemo membentangkan kertas bertuliskan suara mereka saat berdemonstrasi di Mapolres Dairi, Senin (18/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Sekitar 50 orang warga Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, berdemonstrasi di Kantor Bupati Dairi dan Mapolres Dairi, Senin (18/11/2019) pagi.

Mereka melaporkan ulah nakal kades mereka, Alliber Kaloko.

Warga mengaku telah dipungli kades untuk pengurusan sertifikat lahan dan program bedah rumah. 

Tak hanya soal pungli, para pendemo juga melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan. Sebab, pada laporan pertanggungjawaban kegiatan Dana Desa Simartugan sejak 2014 hingga 2018, kerap ditemukan ada tanda tangan fiktif.

Warga menduga kuat, tanda tangan mereka ditiru oleh atau atas sepengetahuan Kades Simartugan.

"Mohon tangkap dan adili oknum-oknum perangkat Desa Simartugan yang melakukan pungli kepada masyarakat," seru Sutan Akbar Sihombing, pimpinan massa aksi saat membacakan pernyataan sikap mereka.

Kades Simartugan, Alliber Kaloko saat dikonfirmasi, membantah seluruh tudingan tersebut.

Ia menantang warga yang menuduhnya mengutip pungli untuk menunjukkan bukti kuitansi pembayaran uang pungli.

"Pungli itu, enggak tahu saya. Enggak benar itu. Coba saja minta buktinya. Kan kalau dikasih uang begitu, ada tanda terimanya. Jangan asal dibilang-bilang begitu," kata Alliber kepada Tribun Medan via seluler, Senin (18/11/2019) malam.

Disinggung soal tak satu pun program bedah rumah di desanya rampung, Alliber tidak tahu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved