Breaking News:

Respons Bilal Mayit soal Gaji yang Tak Bisa Dinaikkan Pemkab Deliserdang

Pemkab Deliserdang tidak dapat meningkatkan kesejahteraan para bilal mayit dan penggali kubur

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Anto menunjukkan usaha sampingannya berjualan kripik ubi sembari menjadi seorang Bilal mayit di desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang Senin, (18/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Meski Pemkab Deliserdang tidak menaikkan pendapatan atau gaji untuk penggali kubur dan bilal mayit di tahun 2020 namun ternyata hal ini tidak sama sekali dipersoalkan.

Anto salah satu Bilal mayit dari Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam mengaku apa yang ia lakukan selama ini adalah bagian bentuk dari kepedulian sesama manusia.

Walaupun disadari apa yang diberikan Pemkab kepada mereka masih kecil setiap bulannya namun tetap saja dirinya tidak mempersoalkan kalau di tahun 2020 tidak ada kenaikan.

"Ya saya ini memang suka menolong orang. Ya saya ikhlas jadi kalau naik alhamdulillah kalau pun enggak naik ya enggak apa-apa. Ya Alhamdulillah juga selama pak Bupati Ashari kami ada dapat santunan. Diterimanya sih tiga bulan sekali,"kata Anto yang ditemui di rumahnya Senin, (18/11/2019).

Bapak dengan 7 orang anak ini mengaku sudah 10 tahun lebih menjadi bilal mayit di kampungnya. Karena sadar apa yang diberikan Pemkab masih kecil nilainya tidak mungkin hanya mengharapkan itu saja. Untuk sehari-hari beragam pekerjaan ia lakoni untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Ya saya bertani juga walaupun sawahnya menyewa. Kadang bawa becak juga. Ya ini saya dan istri buat kripik juga di rumah untuk di jual sama orang-orang. Kalau mau jadi bilal ini enggak bisa kerja terikat jadi ya memang harus kerja seperti yang saya lakukan ini lah. Jadi kalau ada yang meninggal bisa kita bantu sampai ke pemakaman,"kata Anto.

Ia mengaku setiap menangani satu jenazah kadang dibantu oleh rekan-rekannya. Dari situ ada uang tambahan lagi dimana memang sudah disiapkan dari Serikat Tolong Menolong (STM). Disebut dari STM itu ada dikeluarkan uang Rp 200 ribu untuk mereka yang menangani jenazah.

"Biasanya kalau mandikan hingga mengapani sampai 4 hingga lima orang. Dari situ uang Rp 200 ribu yang dari STM ya kita bagi sama lah. Cuma yang Rp 200 ribu itu adanya di dusun kami kalau di dusun lain kurang tau juga kita seperti apa,"katanya.

Pemkab Tak Bisa Menaikkan Gaji Bilal Mayit dan Penggali Kubur

Pemkab Deliserdang tidak dapat meningkatkan kesejahteraan para bilal mayit dan penggali kubur. Untuk tahun 2020 gaji yang diberikan ke mereka masih tetap besarannya dengan yang tahun 2019 karena memang tidak ada kenaikan. Untuk perbulannya gaji yang diberikan hanya mampu diberi Rp 142 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved