Pengejaran Terorisme Medan

Terduga Teroris Tak Bisa Nyanyi Indonesia Raya dan Tak Hafal Pancasila

Mirisnya saat diinterogasi mereka tidak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan tak hapal Pancasila.

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat memberikan keterangan soal perkembangan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto menyebutkan bahwa para terduga teroris yang berhasil diamankan oleh Densus 88 dan Polda Sumatera Utara masih dalam kategori usia milineal.

Tak hanya itu, mirisnya saat diinterogasi mereka tidak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan tak hapal Pancasila.

Agus menerangkan bahwa hal itu terungkap saat dia melakukan pengecekan ke tahanan Polda Sumatera Utara.

Tak hanya itu, sebagian dari tersangka yang di amankan diketahui masuk dalam kategori usia Millineal.

"Rata-rata disuruh lagu Indonesia Raya tidak bisa dan disuruh Pancasila juga tidak hapal," kata Agus, Senin (18/11/2019).

"Ketika saya tanya apakah mereka Cinta Indonesia, mereka hanya diam saja," sambungnya.

Agus mengungkapkan bahwa kelompok ini berbaiat kelompok ISIS di Timur Tengah dan sudah mendeklarasikan setia terhadap pemimpin ISIS Al Baghdadi dan penggantinya.

"Tujuan mereka adalah ingin mendirikan negera sendiri," ungkap Agus.

Hingga hari ini, ini tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara berhasil mengamanakan 26 terduga teroris dari sejumlah rangkaian penangkapan di Sumatera Utara. Dari 26 orang yang diamankan, 5 di antaranya merupakan wanita.

"Hingga saat ini ada 26 tersangka kita amankan. Dimana, 5 berada di Mako Brimob dan 15 berada di Polda Sumut," sebutnya.

"Untuk yang tiga lagi masih dalam pemeriksaan petugas. Dan termasuk tiga terduga yang meninggal dunia," jelas Agus.

Kapolda akan Kumpulkan Semua Kapolres dan Kapolsek

Hari besar Natal dan Tahun Baru sebentar lagi akan dirayakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Guna antisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto memerintahkan bawahannya untuk lakukan penjagaan ketat di wilayah masing-masing.

"Tadi baru kita kumpulkan Kapolsek di Kota Medan dan Deliserdang dan penyidikan dan Kapolres untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang tahun baru," kata Agus, Senin (18/11/2019).

"Dengan kesiagaan kita semua dan kepedulian, semoga bisa dijaga lingkungan tetap kondusif sebagaimana mestinya," jelas Agus.

Sebelumnya diketahui masyarakat yang berada di Sumatera Utara digegerkan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda berinisial RMN alias Dedek (24) pada, Rabu (13/11/2019) lalu.

Dimana dalam melakukan aksinya itu, Dedek beralasan masuk ke Mapolrestabes Medan untuk mengurus SKCK guna masuk CPNS.

Sebelum terjadi ledakan, Dedek terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online (Ojol), terlihat di halaman Mapolrestabes Medan.

Tidak lama kemudian, terjadi ledakan bom bunuh diri. Pelaku yang diidentifikasi seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution (24) alias Dedek.

Diketahui warga yang pernah tinggal di Jalan Jangka ini, tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.

Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.

Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

Kelompok Dedek merupakan kelompok yang melakukan pengajian khusus dengan jumlah dan orangnya tertentu.

Dalam kelompok ada yang memiliki kemampuan merakit dan ada memiliki kemampuan menjadi perekrut.

"Kalau tidak salah dari Mabes Polri telah merilis 46 pelaku diamankan.  Ada dari di wilayah Cilacap dan Sumut," tuturnya.

"Densus sudah mengendus kejadian di Jawa Tengah dan Banten dan Sumut. Kita akan terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutup Agus.

(mak/tribun-medan.com)

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved