Breaking News

Lubang Besar Muncul di Tengah Permukiman Warga Dairi, Empat Rumah Ambles

Lubang besar muncul di kawasan permukiman Dusun Kutanangka, Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem

BPBD DAIRI
Potret bagian belakang rumah yang rusak akibat masuk dalam radius lubang misterius di Kutanangka, Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Lubang besar muncul di kawasan permukiman Dusun Kutanangka, Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem. Kedalaman lubang mencapai 15 meter dan berdiameter delapan meter.

Empat rumah warga, yang tercakup dalam radius lingkaran lubang, rusak. Untungnya, cuma bagian belakang rumah. Kini empat keluarga yang menghuni rumah-rumah tersebut sudah mengungsi ke rumah tetangga.

"Kita bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat menganjurkan keempat keluarga tersebut untuk mengungsi demi keselamatan mereka. Sebab, diameter lubang bisa saja sewaktu-waktu melebar," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Bahagia Ginting, Selasa (19/11/2019).

Ginting mengatakan, kemunculan lubang terjadi pada Minggu (17/11/2019) lalu. Lubang muncul saat wilayah tersebut diguyur hujan deras.

"Hari Minggu kemarin kejadiannya," kata Ginting.

Ginting menyebut, kemunculan lubang merupakan ketiga kalinya terjadi di kawasan tersebut.

Pertama kali, yaitu pada awal tahun 2016 silam. Lubang dengan kedalaman 4 m dan diameter 2 m muncul di tengah gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kutanangka, Desa Kempawa. Lantai gereja ambles.

Selanjutnya, di awal 2019, lubang dengan ukuran hampir sama muncul lagi, masih di dusun dan desa yang sama, namun berada di perladangan masyarakat.

"Jarak lubang kedua sekitar 2 km dari lokasi lubang pertama," kata Ginting lagi.

Ginting menyebut, lubang misterius ini merupakan fenomena alam. Mereka sendiri masih menyelidiki penyebabnya.

Dugaan sementara, ada aliran sungai di bawah tanah Desa Kempawa yang berpindah jalur, sehingga menggerus lapisan tanah di atasnya.

"Itu masih dugaan kami," ucap Ginting.

Dikatakannya, BPBD Dairi telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memohon bantuan tenaga ahli meneliti fenomena tersebut.

"Fenomena alam itu mesti diteliti dahulu, karena menyangkut pengambilan keputusan dan tindakan oleh Bapak Bupati terhadap rakyat di situ," ujar Ginting.

BPBD Dairi, lanjut Ginting, mengimbau warga untuk tidak mendekat, apalagi beraktivitas, di sekitar lubang karena tanah sekitar lubang rawan longsor.

"Yang sudah kami lakukan, antara lain penghitungan kerusakan, mengajukan pernyataan bencana alam kepada Bupati, dan memberi bantuan stimulan kepada para korban untuk menyambung hidup," pungkas Ginting. (cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved