Peternak Babi Diperiksa Polisi

Jual Beli Babi Dalam Pengawasan Tim Unit Reaksi Cepat

Pemkab Samosir melalui tim Unit Reaksi Cepat (URC) mengawasi perdagangan ternak babi yang datang dari luar Samosir

Jual Beli Babi Dalam Pengawasan Tim Unit Reaksi Cepat
Tribun Medan/Riski Cahyadi
FOTO ILUSTRASI. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Sesuai data yang terekam dari Dinas Peternakan dan PertanIan hingg Senin (19/11/2019) lalu ternak babi yang mati akibat virus ASF dan Hog Cholera mencapai ±178 ekor di Kabupaten Samosir.

Mengatasi penyebaran virus, Pemkab Samosir melalui tim Unit Reaksi Cepat (URC)
mengawasi perdagangan ternak babi yang datang dari luar Samosir di Pasar Tradisional Onan Pangururan Samosir, Rabu (20/11/2019).

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Posko Pangururan ini dipimpin Camat Dumosch Pandiangan melakukan pengawasan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengawasan serta mobil Truk Dinas PUPR disiapkan untuk penanganan cepat, jika sewaktu-waktu ada babi yang diperdagangkan terkena virus ASF dan Hog Cholera. 

"Pedagang diingatkan untuk tidak menjual ternak babi yang berasal dari daerah luar daerah,"ujar Dumos.

Tim URC sekaligus melakukan sosialisasi dan pengawasan kepada para pedagang ternak babi secara persuasif dengan tujuan agar penyakit ternak babi tidak meluas. 

Komunikasi pengawasan terus dipantau dalam WA Grup yang telah dibentuk untuk menghimpun perkembangan informasi terkini di lapangan utamanya bagi yang butuh penanganan untuk menguburkan bangkai babi dalam jumlah besar.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Samosir Victor Sitinjak mengatakan telah menyusun kerangka kerja praktis yang dikerjakan oleh tim URC di setiap posko-posko yang ada di kecamatan. Tim URC yang dibentuk terdiri dari unsur TNI/Polri, SKPD, dan para camat se-Kabupaten Samosir.

Ada pun wilayah kecamatan yang sudah terkena wabah ini yaitu Pangururan, Simanindo, Harian, Palipi, dan Sianjurmulamula. Dinas Pertanian Kabupaten Samosir juga telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pencegahan Penyakit yang Menyerang Ternak Babi untuk dipedomani oleh seluruh masyarakat yang akan disampaikan oleh para camat melalui kepala desa di setiap kecamatan.

Sebelumnya, pihaknya telah menghimbau semua peternak dan pedagang ternak babi di Kabupaten Samosir untuk sementara tidak mendatangkan ternak babi dari luar Samosir. Memcegah penyebran virus, jedepannya, Dinas Pertanian dan Satpol-PP Samosir akan melakukan razia mengawasi dan melarang masuknya ternak babi ke Samosir dari luar Kabupaten Samosir.

Dia juga manganjurkan kepada warga agar segera melapor ke pihak terkait jika menemukan tanda-tanda pada ternak babi. "Bagi peternak, bila ada babi yang sakit dan mati mendadak segera laporkan kepada petugas peternakan atau PPL setempat,"tambahnya.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved