KPK Gandeng Interpol Lacak dan Tangkap Konglomerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya Terkait Kasus BLBI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta bantuan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk melacak dan menangkap konglomerat terseb

KPK Gandeng Interpol Lacak dan Tangkap Konglomerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya Terkait Kasus BLBI
Tribunnews/Ilham
Juru bicara KPK, Febri Diansyah 

KPK Gandeng Interpol Lacak dan Tangkap Konglomerat Sjamsul Nursalim dan Istrinya Terkait Kasus BLBI

TRIBUN-MEDAN.com - Keberadaan tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim hingga kini belum terlacak.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini meminta bantuan National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia untuk melacak dan menangkap konglomerat tersebut.

KPK sebelumnya juga telah mengirimkan surat kepada Kapolri terkait Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua tersangka tersebut.

Sjamsul Nursalim dan Itjih merupakan tersangka kasus korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor BLBI kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

"Setelah sebelumnya KPK mengirimkan surat pada Kapolri terkait DPO dua orang tersangka kasus korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku obligor BLBI kepada BPPN, KPK juga telah mengirimkan surat pada Ses NCB Interpol Indonesia perihal bantuan pencarian melalui 'red notice' terhadap tersangka SJN dan ITN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).

Akhirnya Cristiano Ronaldo Ketahuan Nikahi Kekasih Georgina Rodriguez Diam-diam, 4 Anak Ronaldo

Video Debat Panas Fadli Zon dengan Jubir Presiden Jokowi, Kritik soal Kebebasan di Mata Najwa

Febri mengatakan, surat red notice terhadap kedua tersangka itu diterbitkan tertanggal 6 September 2019.

Surat itu menguraikan perkara yang diduga dilakukan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim.

“Serta permohonan bantuan pencarian melalui mekanisme 'red notice' Interpol dengan permintaan apabila ditemukan agar dilakukan penangkapan dan menghubungi KPK," kata Febri.

Langkah berikutnya, lanjut Febri, sesuai dengan respons dari pihak NCB Interpol Indonesia maka akan mengagendakan pertemuan koordinasi dengan KPK sekaligus jika dibutuhkan dilakukan gelar perkara.

Halaman
12
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved