Mitra Grab: Sumber Pendapatan Sekaligus Wadah Silaturahmi 

Sudah lebih dari setahun, Hermansyah (33) menjadi mitra pengemudi GrabBike, persisnya setelah ia berhenti bekerja dari perusahaan jasa penitipan

Mitra Grab: Sumber Pendapatan Sekaligus Wadah Silaturahmi 
TRIBUN MEDAN/HO
Hermansyah (33), mitra pengemudi GrabBike, tersenyum bersama penumpang GrabBike. Hermansyah bersama istri juga menjadi mitra GrabFood yang menjual burger untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Sudah lebih dari setahun, Hermansyah (33) menjadi mitra pengemudi GrabBike, persisnya setelah ia berhenti bekerja dari perusahaan jasa penitipan barang. Ia bersama istri, memenuhi segala kebutuhan untuk dua anaknya. Yang paling tua berumur 6 tahun dan yang kedua berusia 3 tahun.

“Awalnya, saat bergabung di GrabBike pada awal 2018 tidak langsung aktif di jalan, karena tidak percaya kalau akan menguntungkan,” ujarnya.

Hermansyah mulai serius menjalankan orderan setelah diberitahu sesama mitra pengemudi GrabBike yang ditemuinya saat di jalan kalau sudah banyak yang bergabung dan pekerjaan ini sangat menyenangkan, selain juga menguntungkan.

“Setelah saya jalani sebulan, pendapatan saya dibanding ketika saya bekerja di perusahaan sebelumnya bisa meningkat lebih dari 50 persen,” ujarnya sembari tersenyum.

Selama bergabung di Grab, Hermansyah mengatakan, banyak suka-duka yang didapatkannya. Beragam karakter penumpang dihadapinya. Ada penumpang yang baik, ada juga yang sering marah. Tapi menurutnya hal tersebut cukup dibawa santai saja.

“Saya senang bertemu dengan penumpang yang doyan ngobrol, sehingga di jalan tidak merasa bosan. Tetapi sebagai mitra tidak boleh milih‑milih penumpang. Yang penting saya berupaya menjalankan tugas sebaik mungkin,” ucapnya.

Dia mengatakan, setelah berjalan beberapa bulan bergabung sebagai mitra GrabBike, dia melihat peluang untuk membuka usaha makanan di rumahnya dan bergabung dengan GrabFood. Dia dan keluarga memberanikan diri berjualan burger dan kudapan lainnya melalui GrabFood karena usaha warung internet (warnet) yang dijalankan istrinya merugi dan akhirnya tutup.

“Istri awalnya takut saat akan bergabung dengan GrabFood. Dia khawatir tidak dapat memenuhi pesanan dari pembeli,” ujar Hermansyah.
Namun, ia berusaha meyakinkan istrinya kalau ia akan membantu istrinya untuk mengenalkan cara menggunakan aplikasi.

“Saat pertama kali menerima pesanan burger dari pelanggan, istri ketakutan karena saya sedang nge‑bid, akhirnya saya berhenti nge‑bid dan kembali ke rumah untuk membantu,” ujarnya.

Dia pernah berhenti sementara nge‑bid selama beberapa minggu untuk membantu sang istri menerima dan menyiapkan orderan GrabFood. Hermansyah juga menjelaskan secara perlahan aplikasi GrabFood kepada istrinya.

Halaman
123
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved