PKL Simpang Jodoh Menolak Dipindahkan untuk Pelebaran Jalan, Waktu Eksekusi Semakin Dekat

Pedagang Simpang Jodoh yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Simpang Jodoh (APSJ) Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Seituan unjukrasa ke Kantor DPRD

PKL Simpang Jodoh Menolak Dipindahkan untuk Pelebaran Jalan, Waktu Eksekusi Semakin Dekat
Tribun Medan/Indra Gunawan
Kabag Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Buyung Hasibuan ketika menerima aspirasi para pedagang Kamis, (21/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Pedagang Simpang Jodoh yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Simpang Jodoh (APSJ) Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Seituan unjukrasa ke Kantor DPRD Deliserdang, Kamis, (21/11/2019).

Mereka menantang relokasi untuk pelebaran jalan di Simpang Jodoh, Kecamatan Percut Seituan.

Koordinator aksi, Sukadi Kagan menyebut besar harapan mereka agar dewan bisa ikut membantu mereka agar bisa dilakukan penundaan penertiban yang rencananya akan dilakukan Pemkab pada 26 November mendatang. Disebut dewan harus mendukung mereka lantaran ini menyangkut hajat hidup banyak pedagang. Banyak efek yang akan diterima jikalau Pemkab benar-benar melakukan penertiban nantinya.

"Kalau digusur ya masa depan pedagang ini akan hancur. Anak-anak mereka mau makan apa? Sudah 8-9 tahun pedagang ini berjualan di tempat itu. Sama DPRD yang dari Dapil kita lah. Perhatikan kami, jangan pandainya minta suara saja tapi disaat seperti ini enggak ada suaranya. Yang jelas kalau nanti (tanggal 26) kami akan lakukan perlawanan karena kami tidak setuju," ujar Sukadi Kagan.

PKL Simpang Jodoh Segera Ditertibkan untuk Dukung Proyek Pelebaran Jalan

Meski apa yang dilakukan Pemerintah Kecamatan mendapat dukungan dari Pemkab namun pada saat itu pedagang meminta agar Bupati Ashari Tambunan bisa mencopot Camat Percut Seituan, Khairul Azman Harahap.

Camat sudah berulang kali melakukan sosialisasi namun dianggap kalau selama ini Camat telah bersikap arogan pada mereka. Mereka menganggap kalau Camat tidak paham persoalan.

"Karena tidak paham itu Camat gunakan tangan besinya dengan membuat komunitas yang dibentuknya dengan nama forum dan ada beberapa organisasi dan kemudian mereka terus melakukan intimidasi pada pedagang yang justru memiliki KSO (kerjasama operasional dengan PTPN II. Kami heran aja sekarang ini kenapa ada bangunan yang berdiri tanpa ada izin di sekitar situ tapi didiamkan dan tutup mata camatnya. Kami yang punya izin justru yang mau tersingkir sekarang ini," kata Sukadi Kagan.

Ia dan rekan-rekannya merasa apa yang mau dilakukan ini seperti akal-akalan. Dirinya bahkan mempertanyakan anggaran dari mana untuk merelokasi dan melakukan pelebaran jalan sebab yang mereka ketahui yang mau dikerjakan sebenarnya adalah untuk peningkatan badan jalan saja. Sepengetahuan mereka bahwa dalam Musrembang Kecamatan maupun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak ada untuk dilakukan pelebaran jalan.

"Kalau mau untuk badan jalan (perbaikan) ya badan jalan saja lah. Kami juga akan ngadu ke Presiden atau Gubernur nanti karena ini urusan tanah X HGU. Sebenarnya ya Bupati itu juga harus bisa bijaksana karena banyak terjadi sengketa karena persoalan tanah x HGU ini," kata Sukadi Kagan.

Aspirasi puluhan pedagang yang datang ke kantor DPRD ini hanya bisa ditampung oleh Kabag Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Buyung Hasibuan. Saat itu Buyung hanya bisa menjelaskan kalau keluhan pedagang ini akan ia sampaikan ke Pimpinan Dewan. Pada saat itu ia juga menyampaikan bahwa saat ini belum terbentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

"Jadi belum ada komisi-komisi sekarang ini. Nanti setelah terbentuk akan kita sampaikan dengan Komisi agar cepat ditindaklanjuti," kata Buyung.

Sebelumnya, Camat Khairul Azman Harahap menjelaskan bahwa penertiban tanggal 26 November mendatang hanya untuk kepentingan pelebaran jalan. Selama ini sering terjadi kemacetan di daerah tersebut sehingga perlu untuk dilakukan pelebaran.

"Yang mau dilebarkan itu hanya sisi yang diseberang tukang penjual rujak-rujak. Akan dibuat juga paritnya agar tidak lagi banjir. Percuma jalannya dibagusin kalau masih sering tergenang air. Supaya jangan ada macet lagi di situ intinya," kata Khairul. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved