Pembunuhan Bocah di Deliserdang

BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan

BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan

BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan
ist/Indra Gunawan
BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan 
BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan
T R I B U N-MEDAN.com- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang berhasil mengungkap kematian Aliando Saragih, bocah berusia 4 tahun yang merupakan warga Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang.

Alasan Cinta pada Ibu Guru, Siswa SMK Ini Tikam Korban, Berikut Pengakuannya di Kantor Polisi

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian ternyata pelakunya adalah pacar ibunya sendiri, Alisaba Nazara (41) warga Jl. Luku I Gang Kali Nomor 10 Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Medan. Informasi yang dikumpulkan korban dibunuh dengan cara dianiaya dan dicekik.

BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan
BREAKING NEWS: Bocah 4 Tahun Tewas Dicekik Pacar Ibunya, Polisi Mengungkap Motif Pembunuhan (ist/polres deliserdang/indra gunawan)
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis, (21/11/2019) sekira pukul 13.40 WIB.
Saat itu pihak rumah sakit Kasih Insani Delitua yang sempat menangani korban melaporkan kejadian dugaan pembunuhan kepada Polsek Namorambe sekira pukul 15.00 WIB.
Setelah mengetahui informasi itu selanjutnya Kapolsek Namorambe, AKP Binsar Naibaho dan anggotanya pun datang ke rumah sakit.

 

Selain Irjen Firli Bahuri, Daftar Nama Perwira Tinggi Polisi Mendapat Kenaikan Pangkat

"Setelah cek ke rumah sakit lanjut cek Tempat Kejadian Perkara (TKP di Kios Pangkas Rapi Dusun II Desa Ujung Labuhan. Tersangka ini memang bekerja sebagai tukang pangkas. Saat itu pihak rumah sakit menyatakan kalau korban meninggal dunia karena pada tubuh korban juga ditemukan bekas luka memar pada bagian pipi kanan dan kiri dan pada bagian lehernya,"ujar Rafles Jumat, (22/11/2019) pagi.
Untuk memastikan siapa yang membunuh korban, lanjut Rafles beberapa saksi-saksi pun dipintai keterangan. Dalam keterangannya, ibu korban, Dorlida Simamora (35) mengatakan bahwa pada saat kejadian itu dirinya sedang tidak ada di lokasi kejadian.
Ia mengakui bahwa pada saat itu tersangka Alisaba Nazara adalah pacarnya yang rencananya akan menikahinya dalam waktu dekat.

 

Cek Ramalan Zodiakmu Hari Ini, Aries Harus Berhati-hati, Gemini Hadapi Tantangan yang Tak Biasa

Disebut kalau ia dan suaminya Ansarih Saragih telah berpisah kurang lebih satu tahun belakangan.
" Jadi Dorlida dan korban tinggal bersama kurang lebih dua Minggu ini. Tinggalnya di kios pangkas tempat kejadian. Pada saat pukul 11.00 WIB ibunya ini sempat pergi untuk bekerja sebagai tukang gosok pakaian. Ketika ditinggalkannya anaknya ini masih dalam keadaan sehat. Baru sekira pukul 13.30 WIB dia kembali pulang,"kata Rafles.
 sempat menanyakan keberadaan anaknya.
Pada saat itu tersangka sempat menjawab bahwa anaknya tidur di kamar dan sudah dimandikan dan ditidurkan. Saat dilihatnya nampak bahwa anaknya itu memang dalam keadaan berbaring. 
" lalu ibunya ini membangunkan korban namun tidak kunjung bangun dan tidak bergerak. Dilihatnya memang ada luka memar di pipi dan leher korban. Sempat ditanyakan ya keadaan korban sama tersangka ini dan diajak untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi rupanya saat itu tersangka ini menjawab sudah meninggal dia itu dek. Tapi ibu korban ini tetap memaksa untuk membawa anaknya ke rumah sakit,"ungkap Rafles.
Dari rumah sakit Kasih Insani Delitua polisi pun membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan Outopsi guna kepentingan Penyelidikan lebih Lanjut.
Sementara itu para saksi-saksi langsung dibawa ke Polsek Namorambe.
Barang-barang milik korban yang ditemukan di TKP juga ikut dibawa seperti baju kaos dan celana kolor yang telah dicuci.
" Hasil otopsi lisan penyebab kematian dicekik atau dibekap. Setelah kita interogasi panjang sekitar 6 jam, tersangka akhirnya mengaku. Tersangkanya ini agak gila. Dia cemburu sama korban.
Katanya ibu sama anak ada main kayak suami istri. Jadi biar mamaknya enggak rusak, dibunuhlah anak itu. Sudah hampir setahun ini ibu korban dan tersangka pacaran dan mereka mau menikah. Tersangka ini cemburu enggak jelas sama si anak,"kata Rafles.
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved