Isu Ikan Makan Bangkai Babi
Juru Parkir Mengeluh Masyarakat Enggan Makan Ikan di Bagan Percutseituan
Isu ikan makan daging bangkai babi membuat merana para nelayan, pedagang, pemilik restoran, pemandu wisata sampai ke penjaga parkir.
TRIBUN-MEDAN.com-Area parkir di kawasan Desa Bagan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, yang biasanya ramai dikunjungi orang yang ingin membeli ikan atau berwisata kuliner.
Ini bisa dilihat dari area parkir Bagan Percutseituan yang sepi.
Pantauan Tribun Medan di lokasi, halaman parkir sepeda motor hanya di isi delapan unit sepeda motor. Dua di antaranya merupakan pendatang, selainnya sepeda motor milik pedagang.
Kondisi ini terjadi karena menurunnya pengunjung ke Bagan Percutseituan usai diterpa isu ikan makan bangkai babi.
Isu ini membuat merana para nelayan, pedagang, pemilik restoran, pemandu wisata sampai ke penjaga parkir.
Seorang juru parkir yang biasa dipanggil merasakan penurunan pendapatan yang drastis.
"Bagaimana tidak mengeluh? Lihatlah hari ini sudah sampai siang begini. Bagan sepi pengunjung," katanya.
"Peninglah nutupi kebutuhan sehari-hari. Biasa kami dapat Rp400 ribu itu yang dibagi dengan pekerjaan lainnya. Sekarang, Rp40 ribu. Itulah yang dibagi-bagikan," ungkapnya.
Ia berharap pemerintah membantu sosialisasi agar masyarakat mau kembali berkunjung ke Bagan.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bagan_percut_seituan.jpg)