Pembunuhan Bocah di Deliserdang

Pembunuh Bocah di Deliserdang 20 Tahun Jadi Tukang Pangkas, Ditakuti karena Kasar

Alisaba Nazara (41) pelaku pembunuhan terhadap Aliando Saragih bocah berusia 4 tahun sudah 20 tahun berprofesi sebagai tukang pangkas.

Pembunuh Bocah di Deliserdang 20 Tahun Jadi Tukang Pangkas, Ditakuti karena Kasar
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Alisaba Nazara (41) pembunuh bocah berusia 4 tahun, pada Kamis (21/11/2019) kemarin. 

TRIBUN-MEDAN.com - Alisaba Nazara (41) pelaku pembunuhan terhadap Aliando Saragih bocah berusia 4 tahun sudah 20 tahun berprofesi sebagai tukang pangkas.

Dia tega membunuh anak kandung dari pacarnya, Dorlida Simamora (35), yang akan dinikahinya dalam waktu dekat, hanya karena masalah cemburu yang tidak beralasan.

"Saya mendapat bisikan dan seperti dirasuki setan saat melakukan aksi itu sekitar pukul 12.30 WIB," kata Nazara di sel tahanan Polsek Namorambe, Jumat (22/11/2019).

"Waktu itu saya tidak sadar dan timbul dalam hatiku. Terus aku cekik dia pakai tangan kanan dan tangan kiriku membekap mulut dan hidungnya selama 30 menit. Saat aku melakukan itu tidak sadar," bebernya

Salah seorang tetangga dilingkungan rumah pelaku, Brenta Sitepu (35) mengatakan Dorlida sering mencium anaknya dan hal itu yang membuat pelaku menjadi cemburu buta.

"Anaknya sering cium ibunya. Cowoknya ini cemburu. Mungkin sudah ada kurang-kurangnya. Karena dia sering ketawa-ketawa sendiri sambil pegang HP. Ada lari-larinya itu," kata Brenta.

"Kami aja warga sini mau pangkas tempat dia takut. Kami enggak berani pangkas tempat dia, karena dia kasar pangkasnya pernah ada yang cobel kena silet," bebernya.

Disebutkan Brenta, malam itu polisi datang. Tapi, pelaku belum mau mengaku. Makanya dipanggil saksi dan pagi tadi dia baru ngaku. Katanya dia cemburu karena anaknya cium mamaknya.

"Padahal anak umur empat tahun yang cium mamaknya. Masa dia sebagai calon bapaknya cemburu gitu saja," ujarnya.

Dijelaskannya Brenta, bahwa di tempat kerja Dorlida yang lama, calon suaminya itu sering bertengkar karena cemburu melihat kekasihnya dekat pria lain waktu kerja.

"Baru ini kejadian kayak gini. Banyak tukang pangkas Nias, tapi cuma dia yang enggak mau berbaur. Mungkin kalau semalam dari rumah sakit enggak cepat dilaporkan bisa habis dia dipukuli," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 13.45 WIB, seorang anak laki-laki Aliando Saragih yang baru berusia 4 tahun, meninggal dunia dengan luka bekas cekikan di bagian lehernya serta luka memar di tubuhnya.

RS Kasih Insani melaporkan ke Mapolsek Namorambe perihal adanya seorang anak laki-laki yang dibawa ke rumah sakit tersebut dalam keadaan tidak bernyawa, dan di sekujur tubuhnya ditemui luka-luka memar.(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved