Penderita Lumpuh Layu di Dairi Terpaksa Makan Rumput Demi Pengobatan

Saat dirinya menaiki tangga belakang rumah, tubuh perempuan 40 tahun ini lunglai. Ia kehilangan kendali dan terjatuh.

Penderita Lumpuh Layu di Dairi Terpaksa Makan Rumput Demi Pengobatan
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Riolan br Situmorang (40), penderita lumpuh layu di Desa Adian Gupa, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, terbaring lemas di kamar sempitnya ditemani ibunya, Desima Purba alias Ompung Jefri (kiri), saat ditemui Tribun Medan, Kamis (21/11/2019). Tampak foto diri Riolan sebelum sakit. 

DAIRI,TRIBUN-Bertemu pujaan hati, lalu menikah dan punya anak pernah jadi impian Riolan br Situmorang.

Namun, impian mantan bunga desa Adian Gupa, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi ini pupus sejak 2013 silam. Kala itu, Riolan mendadak kehilangan tenaga.

Saat dirinya menaiki tangga belakang rumah, tubuh perempuan 40 tahun ini lunglai. Ia kehilangan kendali dan terjatuh. Sejak saat itu, Riolan tak bisa lagi melakukan aktivitas apapun sebagaimana wanita lainnya.

"Aku sempat pingsan dua jam. Baru sadar setelah diberi bara api di telapak kakiku," kata Riolan ditemani ibunya, Desima Purba alias Ompung Jefri, kemarin (21/11).

Setelah siuman, Riolan merasakan hal aneh. Ia merasa tak bertenaga dan kesulitan menggerakkan anggota badan. Keluhan itu ia sampaikan kepada keluarganya. Selanjutnya, Riolan pun dibawa ke RSUD Sidikalang.

"Awalnya masih bisa berdiri, tetapi dipapah. Duduk juga bisa, tetapi mesti bersandar. Tiga tahun terakhir ini, baru asli tak bisa apa-apa. Hanya tidur," ujar Riolan. Gara-gara sakit itu, berat badan Riolan susut drastis. Kini kondisi Riolan kurus kering, kulit mengeriput, tubuhnya lumpuh layu.

"Kondisi ekonomi kami pas-pasan. Obat-obat dari rumah sakit, enggak pernah aku makan lagi. Pakai cara tradisional saja. Belakangan ini, aku makan rumput rebus dan minum susu," kata Riolan. Ia mengaku, bukannya tak mau berobat. Dirinya punya kartu BPJS Kesehatan. Ia cuma pesimis, penyakitnya sudah tak bisa sembuh lagi.

"Waktu di RS, kata dokter enggak ada penyakitku. Badanku ditusuk-tusuk. Itu terapi katanya. Karena enggak ada kemajuan, aku memilih berhenti berobat. Mending di rumah saja," ujar Riolan lagi.

Karena tak bisa menggerakkan tubuhnya, sehari-hari Riolan hanya berbaring di lantai kamarnya yang sempit. Urusan makan, mandi, hingga buang air, semua dilakukan di kamar itu sambil berbaring. Jangankan keluar rumah, untuk keluar kamar pun Riolan belum tentu sebulan sekali. (cr16)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved