Prof Bustami Berbagi Pengalaman Tinggal di Jepang hingga Beberkan Cara Mudah Pendekatan

Kalau mau ke Jepang harus banyak persiapan. Pertama kita harus tahu siapa kita. Di Medan ini sangat multi budaya, makanan dan ras.

Prof Bustami Berbagi Pengalaman Tinggal di Jepang hingga Beberkan Cara Mudah Pendekatan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Talkshow bertajuk mengenal Jepang lebih dekat melalui Bahasa dan Budaya yang diselenggarakan oleh Forum Kejepangan Medan (Forkem) di Hotel Grandhika Setiabudi, Jalan Dr. Mansyur Nomor 169, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Negara Jepang, hingga saat ini masih menjadi negara favorit kawula muda Indonesia, baik untuk menempuh pendidikan maupun sekadar berwisata.

Suasana malam Jepang yang dikenal dengan keeksotikan dan kemodernannya, serta masyarakat yang menjunjung tinggi keteraturan, menjadikan negeri sakura tersebut menjadi favorit anak muda Indonesia.

Demikian pula di Medan, puluhan anak muda terlihat antusias hadiri Seminar sekaligus Talkshow bertajuk mengenal Jepang lebih dekat melalui Bahasa dan Budaya yang diselenggarakan oleh Forum Kejepangan Medan (Forkem) di Hotel Grandhika Setiabudi, Jalan Dr. Mansyur Nomor 169.

Dalam seminar tersebut Prof Bustami Syam yang pernah meraih gelar Doctor of Enginerering di Muroran Institute of Technology Jepang, membagikan pengalaman penting selama menempuh pendidikan di Jepang.

"Kalau mau ke Jepang harus banyak persiapan. Pertama kita harus tahu siapa kita. Di Medan ini sangat multi budaya, makanan dan ras. Modal utama Kalau ke Zepang, paling tidak kita harus kuasai Medan itu apa seperti apa makanannya, budaya, dan lainnya. Misalnya ulos, adalah cendramata yang kita berikan ke sana tapi banyak orang tidak tau makna ulos, jadi kita menjelaskan kepada mereka, sehingga oleh-oleh dari negara kita kepada mereka adalah pengetahuan," tuturnya.

Hal tersebut katanya juga sangat bermanfaat untuk melatih komunikasi terutama belajar bahasa Jepang dengan cepat. Selain memahami tentang hudaya sendiri, Ia juga menyarankan sebelum ke Jepang, ada baiknya mengetahui sepintas tentang adab dan sejarah Jepang.

"Ada hal-hal yang mereka sukai dan mereka hormati, kita harus tau. Saya masuk ke jepang 1992, saat iti ada sekitar lima kali terjadi pergantian perdana mentri. Kita juga harus uptodate bagaimana Jepang itu, seperti fungsi kaisar apa? Karena Dia tidak terlibat di politik tapi begitu sangat dihormati masyarakat Jepang," katanya.

Selama bergaul dengan orang Jepang, Prof Bustami mengatakan baginorang Jepang sangatlah sulit mensetujui ataupun tidak mensetujui suatu hal. Sehingga untuk memahami apa isi hatinya, sebagai pendatang haruslah melebur dengan kebiasaan yang mereka lakukan.

"Mereka punya kebiasaan makan bersama, karokean dan minum sake. Nah, disitulah nanti Ia akan beritahu misalnya tesis saya kurangnya dimana, Ia akan beritahu apa yang ada di hatinya secara jujur. Ikuti saja semua proses itu, saya tidak minum sake tapi saya ikut ke sana, seperti itulah cara kita menjaga hubungan," tuturnya.

Ia menegaskan kepada seluruh hadirin agar memiliki misi yang bukan hanya sekadar belajarnatau mencari gelar.

"Tapi harus menjalin interaksi dengan mereka, bukan hanya untuk mencari gelar, tapi bagaimana membawa dan menyesuaikan budaya dan bahasa. Kalau aktif pasti lebih cepat berbahasa di sana, sayangnya mahasisiwa kita jarang begitu. Malahan berteman dengan sesamanya di sana," katanya.

Ketua Forkem Alimansyar mengatakan, acara tersebut merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan Forkem selama setahun.

"Kita tetap konsisiten memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Medan, tentang Jepang terkhusus budaya dan bahasanya. Kami juga mengundang Ibu Tae Goto langsung dari Jepang untuk membawakan Workshop cara cerdas belajar bahasa Jepang," katanya.

Ia mengatakan banyak alasan yang menjadikan Jepang sebagai negara favorit di kalangan kawula muda. Selain budaya yang teratur, pola hiduo yabgs sederhana, juga budaya dan karya anime yang banyak digemari anak muda.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved