Pemda Hendaknya Sediakan Bus Sekolah, Kurangi Kecelakaan Lalin yang Didominasi Pelajar

Kemenhub menggelar kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2019 di Lapangan Merdeka Binjai, Minggu (24/11/2019).

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Polisi berusaha mengamankan sejumlah pelajar yang sedang merayakan kelulusan yang tidak mematuhi peraturan berlalu lintas, di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (28/3/2019). Kendati dilarang, siswa nekat menggelar tradisi corat-coret baju seragam dan konvoi bersama untuk merayakan kelulusan sekolah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, menggelar kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2019, bertempat di Lapangan Merdeka Binjai, Minggu (24/11/2019).

Ribuan masyarakat, baik yang berasal dari Kota Binjai maupun luar Binjai, serta berbagai komunitas, sepeda, kendaraan roda dua dan empat, memadati Lapangan Merdeka guna mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, antara lain, fun goes, lomba mewarnai, zumba, safety riding, lomba video, kopdar, dan talk show.

Menambah edukasi, serta pemahaman masyarakat tentang berkendara di jalan raya, talk show dipandu oleh komika Babe Cabita.

Acara dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Cucu Muliana, Sekretaris Daerah Kota Binjai M Mahfullah P Daulay, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Sumut AKBP Muksin, dan Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumut Ifriyantono.

Mengawali talk show Pekan Nasional Keselamatan Jalan tahun 2019 dengan tema Sayangi Nyawa, Suarakan Keselamatan Jalan, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Sumut AKBP Muksin mengatakan, rata-rata perhari kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara memakan korban meninggal dunia antara 4 sampai 6 orang berusia 16 sampai 21 tahun.

Angka ini menunjukkan angka kecelakaan didominasi oleh pelajar yang tentunya berusia produktif.

"Inilah data real yang kita dapati bahwa korban meninggal dunia setiap harinya akibat kecelakaan lalu lintas itu didominasi oleh pelajar usia produktif," katanya.

Peran orang tua sangat dibutuhkan guna memberikan pemahaman kepada anaknya bahaya membawa kendaraan di jalan raya.

Selain itu pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi ke setiap sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK sampai perguruan tinggi dalam rangka menyuarakan keselamatan berlalu lintas.

"Satu lagi kenyataan yang kita temui bahwa peringkat pertama penyebab kecelakaan dikarenakan menorobos lampu merah, dan melawan arus. Maka dikesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan, orang tua, dan masyarakat, mari sama-sama kita menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ujarnya.

Menambahkan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Cucu Muliana mengungkap, kecelakaan lalu lintas di kebanyakan kasus tidak terjadi sendiri, artinya kecelakaan tunggal jarang terjadi. Berdasarkan data nasional 3 sampai 4 orang meninggal seIndonesia diakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Satu program Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dalam mengurangi tingkat kecelakaan berlalu lintas yakni sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD).

"Kita lakukan kampanye keselamatan berlalu lintas dengan rutin mengunjungi sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi. Karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita semua untuk itu para orang tua jangan berikan izin anaknya menggunakan kendaraan ketika pergi ke sekolah, pihak sekolah ataupun pemerintah hendaknya menyediakan bus sekolah. Tidak lain bertujuan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas pada anak," katanya.

Sekdako Binjai M Mahfullah P Daulay, sangat berterima kasih karena telah memilih Kota Binjai sebagai tempat diadakannya kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan tahun 2019.

Pemerintah Kota Binjai banyak membuat kebijakan pengguna kendaraan, dimulai dari bimbingan orang tua, sampai kepada mewanti kepada guru di setiap sekolah untuk memantau siapa-siapa pelajar yang membawa kendaraan, agar mendapat teguran untuk tidak membawa kendaraan saat bersekolah, serta tidak menyediakan lahan parkir di sekolah.

Selain itu, Pemko Binjai juga melakukan pembinaan kepada club motor yang ada di Binjai, menjadikan club tersebut sebagai wadah bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan bakatnya, agar tidak ugal-ugalan di jalan raya.

Mengatur lalu lintas di saat jam-jam produktif, dengan menempatkan petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan.

"Di kesempatan ini saya berharap bagi masyarakat Binjai yang memiliki hobi otomotif silahkan bergabung di club motor yang telah ada. Serta bagi para orang tua yang memiliki putra-putri usia produktif yang sudah dapat berkendara tetapi belum mendapat haknya untuk berkendara kami melarang untuk memberikan izin, Pemko Binjai memfasilitasi Bus Trans Binjai gratis untuk anak-anak berangkat ke sekolah," tuturnya.
(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved