Kasi Pemerintahan Desa Digebuki Massa selepas Masuk Rumah Perempuan yang Sudah Bersuami

Kasi Pemerintahan Desa Digebuki Massa selepas Masuk Rumah Perempuan yang Sudah Bersuami

Kasi Pemerintahan Desa Digebuki Massa selepas Masuk Rumah Perempuan yang Sudah Bersuami
Youtube
Foto ilustrasi_Tidak berkaitan langsung dengan naskah berita. Masuk Rumah Wanita Bersuami Malam Hari, Perangkat Desa di Laren Lamongan Digebuki dan Didemo Warga. #Kasi Pemerintahan Desa Digebuki Massa selepas Masuk Rumah Perempuan yang Sudah Bersuami.(Youtube) 

Pihak kecamatan menyarankan kepada masyarakat agar menyerahkan sejumlah bukti terkait tindakan mesum yang diduga dilakukan oleh salah satu perangkat desa tersebut.

"Secara etika memang tidak pantas seorang perangkat desa masuk ke dalam rumah perempuan pada malam hari.

Tapi saran kami agar warga menyerahkan bukti, karena kasus ini harus perlu adanya pembuktian," ujarnya.

Mendapati jawaban itu, massa balik kanan kembali ke desa berusaha mengepung rumah Mujib.

Dalmas Polres Lamongan bergerak ke Lengor dan mengamankan rumah yang hendak disasar massa.

Hingga berita ini dikirim petugas polres, koramil dan satpol PP masih berada di lokasi mengantisipasi kemungkinan yang muncul.

Wanita bersuami kirim 4 foto tanpa busana ke pria lain

Seorang suami di Kupang selingkuhi mahasisiwi berawal dari istri sahnya suka kirim Foto tanpa busana kepada pria idaman lain (PIL) melalui ponsel.

Nasi sudah menjadi bubur. Apa yang telah dilakukan pasangan suami istri ini membuat rumah tangganya retak.

Kisah keretakan itu bermula dari seorang suami berinisial DN, warga Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memergoki istrinya sedang mengirimkan 4 Foto tanpa busana ke pria lain.

Namun, belakangan istrinya bernisial EM ini melaporkan istrinya kepada polisi karena selingkuhi mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kupang.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba, mengatakan, saat diperiksa polisi, DN mengaku punya alasan kuat meninggalkan istrinya.

"DN pernah menangkap basah istrinya berfoto telanjang bulat di handphone sebanyak empat buah foto dan mengirim ke nomor kontak seorang pria bernama FN," ungkap Saba, kepada Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), Senin (25/11/2019).

Karena kasus itu, lanjut Saba, suami istri itu pun bertengkar sehingga DN meninggalkan istrinya.

DN memilih tinggal bersama AF.

Tak terima baik, EM lalu melapor ke Polsek Oebobo.

"Laporan yang kami terima yakni perselingkuhan dan penelantaran," ungkap Saba.

Sebelumnya, EM melaporkan suaminya, DN, ke polisi karena diduga berselingkuh.

Setelah menerima laporan dari EM, polisi melakukan penggerebekan pada Sabtu (23/11/2019) kemarin.

Lokasi penggerebekan tak jauh dari tempat tinggal EM, yakni di Kelurahan Kayu Putih.

Saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan DN sedang berduaan dengan selingkuhannya bernama AF.

Polisi pun kemudian membawa DN bersama AF ke Mapolsek Oebobo untuk diperiksa intensif.

Tuduh istri selingkuh

Tak lama ini, kasus keretakan bahtera rumah tangga juga terjadi di Aceh.

KH (31) menikam istrinya S (36) sebanyak lima kali saat berada di rumahnya di Matang Neuheun, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (16/11/2019) malam.

Penusukan itu dilatarbelakangi KH yang menduga sang istri berselingkuh.

Kapolsek Nurussalam Iptu Abdullah dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, penikaman itu berawal saat pasangan suami-istri itu bertengkar.

Sang suami menduga istrinya berselingkuh.

Kesal akan tuduhan itu, sang istri menjawab seluruh tuduhan dengan meminta bukti bahwa dirinya berselingkuh.

Sebaliknya, istri menyatakan bahwa tuduhan suaminya tidak beralasan.

Tuduhan itu disebut akibat suaminya terpengaruh sabu-sabu.

“Lalu suami mengambil pisau dapur dan menikam istrinya sebanyak lima kali.

Setelah itu dia pergi mengggunakan mobil," ujar Abdullah saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2019).

Menurut Abdullah, sang istri menjerit minta tolong pada tetangga.

Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Graha Bunda, Idi, Aceh TImur untuk mendapat perawatan.

Sekitar satu jam setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Nurussalam.

Pelaku dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Korban sekarang dirawat di rumah sakit, sedangkan pelaku kita tahan di Mapolsek,” kata Abdullah.

#Kasi Pemerintahan Desa Digebuki Massa selepas Masuk Rumah Perempuan yang Sudah Bersuami

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Masuk Rumah Wanita Bersuami Malam Hari, Perangkat Desa di Laren Lamongan Digebuki dan Didemo Warga

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved