Konflik Logo PSMS Belum Selesai, Nata Simangunsong: Biar Masyarakat yang Menghakimi

Sebelum memasuki musim depan, masih ada lagi permasalahan di tubuh PSMS. Yakni soal merek dan logo PSMS.

TRIBUN MEDAN/ILHAM FAZRIR HARAHAP
Penggila PSMS, Wahyudinata Simangunsong 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan sudah gagal pada kompetisi Liga 2 musim ini. Target mereka untuk promosi ke Liga 1 harus dikubur dalam-dalam. Mau tak mau PSMS mengulang lagi dari nol pada musim depan. 

Namun, sebelum memasuki musim depan, masih ada lagi permasalahan di tubuh PSMS. Yakni soal merek dan logo PSMS. 

Seperti diketahui, hak paten PSMS dimiliki oleh PT PeSeMeS Medan. Mereka punya sertifikat kepemilikan yang sah diakui oleh Kemenkumham. 

Sedangkan PSMS yang berlaga di Liga 2 di bawah nangunan PT Kinantan Medan Indonesia terus berjalan. Proses hukum sedang berjalan terkait kubu PeSeMeS yang mengklaim kepemilikan PSMS. 

Kasus ini belum juga selesai yang masih membuat tim Ayam Kinantan belum bisa berbuat banyak untuk sepak bola modern. 

Menurut Penggila PSMS, Wahyudinata Simangunsong yang juga Mantan Ketua SMeCK Hooligan meminta permasalahan tersebut segera diselesaikan.  

Ia juga mengatakan tak usah terlalu memusingkan permasalahan itu. Pasalnya, biar masyarakat yang menghakimi siapa yang benar dam siapa yang salah. 

"Persoalan logo PSMS biar saja masyarakat yang menghakimi. Harusnya ada titik temu dan solusinya. Enggak mungkin dia cinta PSMS menggangu PSMS. Yah kalau bisa kedua belah pihak duduk bareng berbicara soal ini. Sampai sekarang belum selesai juga. Artinya ada apa ini? Kan tanda tanya juga," kata Nata," Selasa (26/11/2019). 

Kegagalan PSMS sudah ia prediksi sejak awal. Mulai dari masalah teknis, sampai konflik logo menjadi permasalahannya. 

Dengan kegagalan ini tentu harus terjadi adanya evaluasi. Baik manajemen maupun pemainnya harus segera dievaluasi.

"Harapannya tentu adanya evaluasi. Tim yang juara saja ada evaluasi apalagi gagal. Kalau manajemen dirombak, tentu pemainnya juga. Di tv jelas sekali kita saksikan kualitasnya kurang. Bukan karena kalah nasib tapi memang berbicara kualitas," ucapnya. 

Selain itu, ia meminta pihak suporter juga bergerak mengkritisi permasalahan PSMS. "Teman-teman suporter juga harus mengkritik untuk membawa perubahan dan mengawasi PSMS ini. Jangan hanya menikmati saja, ada gebrakan yang dibuat untuk PSMS ini," pungkasnya. 

(lam/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved