Breaking News:

Bantah Ada Kaitan dengan Dugaan Desa Fiktif, Pemkab Deliserdang Berencana Mekarkan Dusun-Dusun

Pihaknya masih menunggu laporan tertulis dari Kecamatan-Kecamatan mana-mana saja desa yang dusunnya akan dimekarkan atau digabung.

TRIBUN MEDAN / INDRA
FOTO ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.com- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deliserdang berencana untuk menata dusun-dusun yang ada di Kabupaten Deliserdang.

Hal ini lantaran gaji Kepala Dusun (Kadus) pada tahun 2020 akan disetarakan dengan gaji perangkat desa lainnya. Selain akan dimekarkan beberapa dusun juga digabungkan.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deliserdang, Citra Efendy Capah menyebut saat ini pihaknya masih menunggu laporan tertulis dari Kecamatan-Kecamatan mana-mana saja desa yang dusunnya akan dimekarkan atau digabung.

Disebut kalau nantinya setelah laporan diterima tim dari Pemkab akan melakukan peninjauan atau survei ke lokasi. Hal itu penting untuk dilakukan agar dapat dipastikan apakah memang memenuhi kriteria untuk dimekarkan atau digabungkan.

"Kita masih tunggu laporannya dari Camat dan sudah ada yang masuk memang dari Kecamatan. Pemekaran dan penggabungan dusun sengaja dilakukan karena gaji Kadus juga akan dinaikkan sama pak Bupati tahun 2020. Jadi enggak bisalah Kadus bergaji tapi kerjaannya juga tidak ada. Kadus kedepan bukan pekerjaan sampingan lagi tapi pekerjaan tetap karena gajinya akan disetarakan dengan gaji perangkat lainnya,"kata Capah Rabu, (27/11).

Mantan Camat Galang ini menyebut saat ini sudah mendapatkan angka kenaikan dari gaji Kadus dan perangkat desa lainnya. Namun demikian saat ini belum bisa untuk dipublis karena belum diteken oleh Bupati. Ia berjanji begitu sudah ditandatangani maka akan dipublis nantinya.

"Ya intinya gaji dinaikkan supaya ada peningkatan pelayanan yang didapatkan masyarakat desa. Pak Bupati mau Pemerintah Desa bisa memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Jadi tidak ada hubungannya pemekaran ataupun penggabungan dusun di desa karena ada isu berita desa fiktif atau dusun fiktif. Di Deliserdang itu tidak ada Desa dan dusun fiktif,"kata Capah.

Desa dan dusun fiktif di Kabupaten Deliserdang sempat mencuat pemberitaannya belakangan ini.

Desa fiktif sempat disebut-sebut ada di Kecamatan Gunung Meriah dan Kecamatan Namorambe. Terkait hal ini Pemkab pun sempat melakukan bantahan. Sementara itu untuk dusun fiktif sempat mencuat di Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan. 

Pelaksana tugas (Plt) Kades Medan Estate, Bobby membantah kalau diwilayahnya ada dusun fiktif. Ia membenarkan bahwa dusun V yang ada di Desanya tidak ada penghuninya saat ini namun bukan berarti tidak ada warga yang beridentitas di dusun tersebut. Selama ini penyaluran dana desa tidak pernah sampai di dusun V.

"Dusun V ini ada Kasusnya pak Salmon Siregar. Dulu dusun V ini paling padat penduduknya tapi rupanya kawasan itu dibeli sama Deplover dan diganti rugi lahannya. Jadi masyarakatnya pergi lah dan pindah ke dusun atau desa sebelah. Mereka pindah tapi belum mengganti dan mengurus surat pindahnya. Sekarang masih ada 8 KK yang tercatat tinggal di dusun V. Kita kedepannya akan menata dusun di Desa inilah kedepannya sesuai arahan dari Pemkab. Ya nanti tetap 12 dusun juga mau dibuat," kata Bobby.

Ia menyebut hingga saat ini disusun V masih ada vihara dan gereja. Untuk itu ia tidak sependapat kalau disebut dusun V dibilang fiktif.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved