Breaking News:

Libatkan Generasi Milenial, BRI dan BNN Gelar Seminar Pendidikan Narkoba

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Medan menilai pendidikan terkait bahaya narkoba merupakan tonggak penting

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Wakil Pemimpin BRI Kanwil Medan Budi Siswanto berfoto bersama Kabag Logistik dan Humas Kanwil BRI Medan Gita Tonari, Kepala BNN Sumut Brigjend Atrial, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP-Sumatera Utara Tuangkus Harianja, di Ballroom Santika Dyandra Hotel Medan, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Medan menilai pendidikan terkait bahaya narkoba merupakan tonggak penting yang harus diterapkan kepada generasi milenial penerus bangsa. Sebab, sasaran utama pengedar narkoba adalah anak-anak di bawah umur, usia produktif dan pelajar.

Hal ini menjadi salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara (BNN Sumut) menggelar seminar dengan tema 'Sadar Bahaya Narkoba Bersama BRI', di Ballroom Santika Dyandra Hotel Medan, Selasa (26/11/2019).

Acara tersebut melibatkan seratusan peserta, siswa dan guru dari 50 SMA dan SMK sederajat di kota Medan, dengan tujuan agar penerus bangsa di Kota Medan bebas dari narkoba.

Demikian dikatakan Kabag Logistik dan Humas Kanwil BRI Medan Gita Tonari usai acara tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri, Wakil Pemimpin BRI Kanwil Medan Budi Siswanto, Pelaksana Kegiatan Program Kegiatan BRI Kanwil Medan Ajie, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP-Sumatera Utara Tuangkus Harianja dan Kasi Pencegahan Bidang P2M BNNP Sumut Heriyanto.

"Rangkaian acara ini dilakukan BRI dengan target secara nasional sebanyak 1.900 orang siswa dan guru, yang dibagi ke dalam 19 Kanwil BRI di seluruh Indonesia," ujarnya.

Gita mengatakan, BRI setiap tahun rutin melaksanakan program CSR di bidang pendidikan.

Apalagi BRI juga kerap memberikan beasiswa dengan total Rp 500 juta.

Sehingga, BRI menganggap pendidikan terkait narkoba menjadi sangat penting untuk anak-anak milenial, agar mereka dapat meraih masa depan dengan gemilang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP-Sumatera Utara Tuangkus Harianja yang menjadi pemateri dalam acara tersebut menjelaskan bahwa Indonesia masuk ke dalam kategori darurat narkoba, sehingga pendidikan terkait bahaya narkoba harus sering disosialisasikan.

"Apa yang telah dilakukan BRI dalam program CSR ini sangatlah baik dan kita sangat mengapresiasinya. Kita juga berharap agar kegiatan-kegiatan serupa dapat dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan kabupaten kota di lingkungan sekolah, agar tertanam di mindset anak-anak remaja, khususnya pelajar agar mereka berani menolak narkoba dengan tegas," ujar Tuangkus.

Menurutnya, pencegahan masif yang efektif adalah harus terus dilakukan dan ditanamkan di benak mereka, bahwa narkoba itu haram, dosa dan racun, agar narkoba tidak punya ruang serta tidak laku di atas bumi ini.

"Sebenarnya sosialisasi serupa juga harus dilakukan di lingkungan instansi pemerintahan, BUMN dan sebagainya. Pemerintah daerah juga harus membuat peraturan daerah (perda) terkait P4GN mengenai alokasi dana untuk pendidikan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba ini," ucapnya.

Hal ini, kata Tuangkus, sesuai imbauan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa penerapan pemberantasan dan pencegahan dilakukan secara berimbang dan ditangani secara komprehensif. Sebab, narkoba sudah menjadi lahan bisnis di negeri ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved