Breaking News:

Viral Medsos

PENJAMBRET SADIS, Mahasiswi di Medan Terpental Beberapa Meter di Jalan setelah Tasnya Ditarik Paksa

Korban jambret-begal asal Aceh seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Medan.

Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Abdi Tumanggor
Tangkapan layar video CCTV
Seorang mahasiswi asal Aceh dijambret di Medan, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara.

Bahkan semakin mengganas.

Korban seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Medan.

Penjambretan sadis yang menarik tas korban hingga terpelanting ke jalan terjadi di Jalan Pimpinan Gg Juremi Kecamatan Medan Perjuangan, Sumut, Minggu (24/11/2019) kemarin.

Informasi dihimpun, akibat penjambretan ini korban bernama Nur mengalami luka parah, dan dikabarkan belum sadarkan diri karena tubuhnya terhempas ke jalanan.

Salah seorang warga sekitar, bernama Lia mengatakan aksi penjambretan ini terjadi siang hari.

Saat itu korban tengah berjalan sendirian masuk ke dalam Gang Juremi di Jalan Pimpinan.

Tiba-tiba, pelaku berjumlah 2 orang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria berboncengan datang dari arah belakang.

INI VIDEONYA:

Kedua pelaku yang terekam dalam kamera CCTV itu, memepet korban dan merampas kuat tas yang disandang korban.

Hingga korban terhempas beberapa meter dari posisinya ke seberang jalan dan terjatuh ke tanah.

Wanita yang menggunakan pakaian terusan berjilbab berwarna kecoklatan itu tampak terpental ke seberang jalan.

"Korban melintas sendirian dan dari belakang langsung ditarik sampai korban terseret," kata Lia, Rabu (27/11/2019).

Begitu terhempas jatuh, pelaku berhasil membawa kabur tas korban.

Sedangkan warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung menolong korban.

Korban dikabarkan warga asal Aceh.

"Korban oleh keluarga sudah dibawa ke Aceh, karena belum sadarkan diri," jelasnya.

Kejadian penjambretan sadis terekam kamera CCTV yang dipasang oleh warga di lokasi kejadian.

Pelaku dua orang menggunakan masker, juga memakai helm warna hitam dan warna merah.

Video rekaman CCTV ini pun banyak dibagikan netizen ke Group media sosial.

Belakangan terungkap identitas korban adalah Maharani Batubara (22) mahasiswi fakultas bahasa dan seni pada satu perguruan tinggi di Medan ini mengalami luka dan sempat tidak sadarkan diri sejenak karena tubuhnya terhempas ke jalanan.

Sahabat korban, Zakia Rahman (22) mengatakan bahwa sebelum kejadian dia dan korban yang akrab disapa Mahar yang kos di Jalan Durung, sudah ada janjian mau pergi bareng untuk mencari buket bunga yang akan diberikan kepada kakak kelas yang akan Wisuda.

Pada saat berjalan kaki tiba-tiba dua orang dengan mengendarai 1 unit sepeda motor Satria FU memepet korban.

Pelaku yang berboncengan lalu menarik tas korban yang sedang dipegang. Sehingga korban terjatuh. Kemudian kedua pelaku melarikan diri.

Pelaku berhasil membawa tas milik korban yang berisi 1 unit telepon seluler merk Samsung M50 dan sejumlah uang tunai.

"Kejadian sekitar pukul 13.36 WIB. Mahar dengan tertatih masuk ke dalam kamar kos saya dan setelah masuk di kembali terjatuh," kata Zakia, Rabu (27/11/2019) malam.

"Saya panik langsung telepon teman-teman dan kami bawa naik taksi online ke klinik terdekat di Jalan Pimpinan, tapi ditolak karena ada retak di tempurung kepala," sambungnya.

Dijelaskan Zakia, setelah itu dia dan teman-temannya melarikan Mahar ke RS Haji Medan dan masuk ruang IGD, untuk mendapatkan pertolongan.

Ada sekitar empat jam sejak pukul 14.00-18.00 WIB, korban mendapatkan perawatan sampai akhirnya dibawa pulang oleh teman-temannya, karena kurang mendapatkan penanganan yang cepat di rumah sakit tersebut.

"Pas di rumah sakit sempat ditanya bagaimana kondisinya. Tapi komunikasi dia enggak nyambung. Misalnya dia nanya tas dimana, aku kenapa dan kenapa disini. Berulang kali itu-itu saja yang ditanyanya," kata Lucky A Richman (21), teman korban yang lain.

"Diajak komunikasi tidak nyambung. Karena kepala sebelah kanan atas bocor dan mendapatkan enam jahitan berbentuk L," sambungnya.

Disebutkan pria bertubuh tegap ini, temannya itu merupakan warga asli asal Batangtoru.

Dia merupakan anak terakhir dari 8 bersaudara.

Saat berada di rumah sakit, Mahar sempat menelepon keluarga.

Dia sempat telepon orangtua nangis-nangis.

Terus setelahnya dia enggak ingat baru telepon.

Kemudian abangnya dari Aceh dan keluarga lainnya berjumlah 5 orang kemudian bergegas jalan menuju Medan untuk melihat kondisi adiknya.

Tepat Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan keluarga Mahar yang datang dari Aceh sampai di Kota Medan dan langsung menjumpai Mahar yang sudah berada di salah satu rumah kos-kosan teman menunggu abangnya tiba.

"Pokoknya apa yang dilakukan dan ditanya setelahnya dia tidak ingat lagi. Malam itu juga setelah keluarganya sampai di Medan, Mahar langsung dibawa ke Siantar kerumah abangnya," ujarnya.

Pascakejadian, Lucky mengaku belum ada komunikasi lagi dengan temannya itu. Tapi dengan keluarga ada dilakukan komunikasi. Dia dan teman-temannya sudah disuruh untuk membuat laporan.

"Info keluarga kondisi Mahar sudah mendingan. Dia sempat dibawa ke rumah sakit lagi di Siantar. Bahkan dia infonya rencana mau pulang dalam waktu dekat untuk segera menyelesaikan kuliahnya. Tapi keluarganya belum kasih," jelasnya.

Kepala Lingkungan (Kepling) IV, Alex (50) mengatakan bahwa mendapatkan kabar ada aksi jambret di lingkungannya malam hari dari CCTV yang beredar.

"Korban mau bertamu ke rumah No 6. Saat kejadian kami lagi ngecat. Dikasih tahu malam sambil dilihatkan CCTV. Sempat cari tahu dia dari mana dan saya sarankan kepada temannya untuk cepat buat laporan polisi," kata Alex.

"Lokasinya memang sepi itu, makanya enggak ada yang tahu. Kebanyakan incaran pelaku mahasiswa karena sudah di gambar," sambungnya.

Dijelaskan Alex, pada umumnya kejadian anak kos. Makanya setiap anak kos yang datang kami imbau jangan memancing kedatangan pelaku kejahatan.

"Seperti jangan main hp di Jalan dan jangan mengecas hp dekat jendela dan bisa terlihat dari luar," ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap dua pelaku jambret sadis itu.

"Kita sudah melakukan lidik. Saat ini pelakunya masih terus dikejar," kata Eko singkat.

Aksi begal di Kota Medan memang bukan berita baru.

Hadi Edward (37) alias Ahuat, kritis usai menjadi korban keganasan begal pada Senin (18/11/2019) dinihari.

Hadi Edward yang merupakan warga Jalan Dr FL Tobing, Kelurahan Pusat Pasar, ditemukan bersimbah darah di Jalan Bambu II, Kecamatan Medan Timur.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan, hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RS Columbia, Jalan Listrik Medan.

Tidak hanya itu, korban juga mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, foto dan video singkat korban beredar di Grup WhatsApp wartawan.

Adapun kejadian awal yang berhasil dihimpun, korban saat itu hendak melintas dari Jalan Gaharu menuju Jalan Bambu.

Hadi Edward tergelak di aspal dengan kondisi bersimbah darah di Jalan Bambu II, Medan, Senin (19/11/2019) malam. Diduga ia menjadi korban begal.
Hadi Edward tergelak di aspal dengan kondisi bersimbah darah di Jalan Bambu II, Medan, Senin (19/11/2019) malam. Diduga ia menjadi korban begal. (TRIBUN MEDAN/IST)

Sesampainya di lokasi, diduga sekelompok pria yang menunggangi sepeda motor mengejar korban.

"Jadi korban diikuti. Tidak berapa lama pelaku menabrakkan sepeda motornya kepada korban. Usia itu korban digebuki para pelaku," ujar pria berinisial As.

Kalau warga sini tidak banyak yang tahu kata As, mengingat kejadiannya tengah malam.

"Keluarganya di rumah sakit semua. Tapi gak tahu ruangan apa," ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin membenarkan peristiwa tragis tersebut,

"Ia benar terjadi. Kami telah bentuk team dengan Polrestabes Medan untuk mengungkap kasus ini," ujarnya, Selasa (19/11/2019).

Saat ditanya terkait kondisi korban, Kapolsek Medan Timur mengatakan bahwa hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

"Masih di icu, bantu doa juga ya supaya cepat sembuh korbannya agar kami bisa ambil keterangannya untuk mempercepat terungkapnya kasus ini," ungkapnya.

Sementara terkait peristiwa tersebut, polisi dikabarkan telah melakukan penyelidikan.

(mak/tribun-medan.com)

INILAH 8 Fakta Kasus Pencabulan Sejumlah Siswi SD Oleh Oknum Guru, Dari Ruang Kelas hingga Berkemah

Kronologi Balita Tewas Tertimpa Pintu Kaca Minimarket, Korban Ternyata Tunggu Ibu Belanja, 10 Saksi

SAAT Komisi III DPR RI Ancam Bubarkan BNN, Irjen Pol Arman Depari: Sekalian Anggota(BNN)nya Dibakar

MIRIS, Di Saat Perayaan Hari Guru Nasional, Pak Guru Meninggal di Hotel saat Kencan dengan Ibu Guru

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved