Breaking News:

Ini Harapan dan Penjelasan Kapolda soal Polres Deliserdang Pantas Ditingkatkan jadi Polresta

Dianggap kalau Deliserdang merupakan penopang dari wilayah Kota Medan. Karena tingginya pertumbuhan dan kegiatan masyarakat

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto ketika diwawancarai wartawan usai menjadi Inspektur upacara peresmian Polres Deliserdang menjadi Polresta Deliserdang Kamis (28/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan peningkatan tipe Polres Deliserdang menjadi Polresta sudah berdasarkan kajian.

Dianggap kalau Deliserdang merupakan penopang dari wilayah Kota Medan. Karena tingginya pertumbuhan dan kegiatan masyarakat membuat Pimpinan berpendapat perlu adanya peningkatan tipe Polres.

"Tentu konsekuensi dari naiknya tipe ini maka Kapolresta nya juga harus berpangkat Kombes. Untuk Kabag harus berpangkat AKBP sementara Kasat-Kasat harus Kompol. Karena pangkat yang lebih tinggi tentu diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa lebih baik. Diharapkan bisa semakin meningkatkan pelayanan sama masyarakat,"ujar Agus usai memimpin upacara peresmian perubahan tipe Polres menjadi Polresta Deliserdang di lapangan alun-alun Pemkab di Lubukpakam Kamis, (28/11/2019).

Untuk memenuhi perlengkapan menyangkut personil dan pejabat ini, lanjut Agus Polri akan melakukannya secara bertahap. Selain itu disebut ada wacana dari Polda agar Kabupaten Deliserdang tidak lagi masuk dalam empat wilayah hukum. Selama ini selain masuk dalam wilayah hukum Polres Deliserdang juga masuk wilayah Polrestabes Medan, Polres Belawan dan Polres Binjai.

" Untuk sementara waktu yang bisa kita lakukan untuk mengkaji kemungkinan empat desa yang masuk di wilayah Polres Binjai dikembalikan ke wilayah hukum yang ada di Deliserdang. Cukup tiga wilayah hukum saja sehingga tidak menjadi beban Bupati dalam berkordinasi. Tiga Polres sudah cukup, saya tadi sudah sampaikan sama Pak Waka. Susah membagi waktu nanti Bupati padahal cuma empat Desa saja,"kata Agus.

Informasi yang dihimpun empat desa yang dimaksud Agus masuk wilayah hukum Polres Binjai adalah Desa Tandem Hulu I, Desa Tandem Hulu II, Desa Tandem Hilir 1 dan Desa Tandem Hilir II Kecamatan Hamparan Perak. Sebelumnya sempat disebut-sebut kalau setelah Polres jadi Polresta akan ada beberapa Polsek di wilayah hukum Polrestabes Medan yang memang masuk kawasan Kabupaten Deliserdang akan ikut bergabung. Namun pada kenyataanya setelah Polresta terbentuk dan diresmikan hal itu tidak terjadi.

" Kalau Bandara, Polseknya masih masuk wilayah Polsek Beringin. Kita juga masih menunggu keputusan pimpinan terkait hal itu (ada penambahan Polsek) karena Polda tidak punyak hak. Ini menyangkut personil karena anggaran juga akan bertambah nantinya,"kata Agus. 

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan juga begitu sumringah begitu Polresnya berubah jadi Polresta. Meski dirinya sudah mendapat job baru sebagai Kabagbinops Roops Polda Sumut dan tinggal menunggu serahterima jabatan dengan AKBP Yemi Mendagi yang sudah ditetapkan menjadi Kapolresta Deliserdang yang pertama namun tetap saja Eddy turut senang. Ia menyebut sebelum berangkat bertugas di Polda Sumut, dirinya menjanjikan kepada wartawan untuk nantinya sama-sama menonton film Sang Prawira di bioskop.

" Ya nanti sayaa ajak wartawan nonton bareng lah ya. Paling lama nanti hari Senin lah,"kata Eddy. 

Eddy juga berperan banyak dalam hal peningkatan tipe Polresta Deliserdang. Pembahasan mengenai kepantasan alam perubahan status Polres diusulkan semenjak dirinya memimpin Polres Deliserdang. Saat itu usulan inipun didukung oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved