Jembatan di Sumut akan Pakai Teknologi Cable Stayed, Lebih Aman dan Indah

Infastruktur Kawasan Danau Toba yang rawan longsor harus menggunakan teknologi muktahir.

Jembatan di Sumut akan Pakai Teknologi Cable Stayed, Lebih Aman dan Indah
http://indonesian.steel-trussbridge.com
Ilustrasi jembatan cable stay. 

TRIBUN-MEDAN.com-Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Sumatera Utara bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Seminar dan workshop tentang aplikasi teknologi terbaru dalam dunia konstruksi di Hotel Grandhika Setia Budi Medan, Kamis (28/11/2019).

Dalam kesempatan ini turut hadir menjadi narasumber antara lain Kepala Satuan Kerja P2JN Sumut
Achmad Trunajaya, Head of Center for Disaster Mitigation and Technological Innovation (Gama-Ina TEK) Prof Ir. Teuku Faisal Fathani, serta Marketing Manager PT Freyssinet Total Technology, Koko Y. Prakoso.

Achmad Trunajaya mengatakan acara workshop ini dihadiri perwakilan 33 kabupaten kota, akademisi, kontraktor, konsultan dan dari internal P2JN sehingga dapat memberikan wawasan terkini.

"Kita ingin infrastuktur kita aman dan nyaman. Seperti sekarang, sering terjadi longsor, baik di Siantar, daerah Medan Berastagi dan paling fenomenal di Batu Jomba dan Aek Latong itu sudah bertahun tahun sering terjadi longsor karena berada di daerah patahan. Dengan adanya workshop ini kami serta teman-teman daerah bisa mendapat pengetahuan terkini baik secara teoritis dan penerapan," ujarnya.

Ia mengatakan, di daerah kawasan Danau Toba juga sering terjadi longsor dan kedepannya, infrastruktur akan dibangun sesuai dengan perintah presiden.

"Kebetulan tahun ini dan kedepan perintah Bapak Jokowi untuk membangun Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional)," ucap Achmad Trunajaya.

Diakuinya telah ditemukan beberapa alat untuk mendeteksi bila terjadi pergerakan tanah.

Head of Center for Disaster Mitigation and Technological Innovation (Gama-Ina TEK) Prof Ir. Teuku Faisal Fathani menambahkan terjadinya longsor diakibatkan dua faktor yakni faktor pengontrol dan faktor pemicu. Bila dilihat dari faktor pengontrol maka diakibatkan dari lorong yang terlalu curam, tanah lapuk kemudian ada patahan geologi.

"Sedangkan faktor pemicunnya bisa dari hujan, gempa bahkan dari manusia," ucap Faisal.

Dijelaskannya, dasar-dasar fundamental penanganan longsor berkaitan erat dengan pembangunan jalan, survei, dan investigasi. Dengan survei yang akurat dan sesuai standar yang berlaku hingga pelaksanaan yang terkontrol dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Marketing Manager PT Freyssinet Total Technology, Koko Y. Prakoso menjelaskan tentang teknologi  jembatan cable stayed.

"Teknologi terbaru yang kita kembangkan dari sisi kekuatan jembatan saja sekarang juga dipikirkan bagaimana membuat jembatan itu menjadi optimum, harga juga makin efisien, murah dan sebagainya," ucap Koko

Menurutnya, jembatan cable stayed ini juga bisa menjadi ikon sehingga harus dilindungi, dan pihaknya mengembangkan sistem perlindungan baik dari kebakaran hingga ledakan.

"Terjadi kecelakaan di tempat tersebut kemudian timbul api yang besar, tidak merusak cable di jembatan itu. Perlindungan terhadap ledakan juga bisa, bila ada terorisme, tidak merusak jembatan tersebut. Untuk menambah keindahan jembatan itu kita juga berikan lampu dan bisa bermain dengan gambar dan kita juga gunakan sistem pemantau pergerakan pada jembatan itu," jelasnya. (nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved