Tuntut Dua Rekannya Dibebaskan, Gerakan Masyarakat Sipil Sumut Demo Polda Sumut

Gerakan Masyarakat Sipil Sumut yang terdiri dari elemen masyarakat adat, mahasiswa, petani dan organisasi masyarakat sipil

Tuntut Dua Rekannya Dibebaskan, Gerakan Masyarakat Sipil Sumut Demo Polda Sumut
TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
Gerakan Masyarakat Sipil Sumut melakukan aksi unjuk rasa di Polda Sumut. Aksi ini menuntut kedua rekan mereka yang ditangkap Polres Simalungun, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gerakan Masyarakat Sipil Sumut yang terdiri dari elemen masyarakat adat, mahasiswa, petani dan organisasi masyarakat sipil melakukan unjuk rasa di Polda Sumut.

Aksi ini mereka lakukan untuk meminta kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto membebaskan dua rekan mereka yang ditahan Polres Simalungun Jhoni Ambarita dan Thomson Ambarita.

"Mereka ditangkap atas laporan Humas TPL Bahara Sibuea atas dugaan penganiayaan,"kata Manager Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut Roy Lumban Gaol, Kamis (28/11/2019).

Selain meminta Polda Sumut membebaskan Jhoni Ambarita dan Thomson Ambarita pihaknya juga mendesak Polda Sumut untuk menangkap Humas TPL Bahara Sibuea atas laporan Thomson Ambarita atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Bahara Sibuea pada 16 September 2019 yang terjadi di Buntu Pangaturan Desa Sipahoras berdasarkan LP No: STPL/84/IX/2029 Tanggal 18 September 2019.

"Kita juga meminta Polda Sumut untuk melakukan pengawasan dalam penanganan perkara dan menetapkan Bahara Sibuea sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap pelapor Thomson Ambarita,"kata Lumban Gaol.

Kemudian, pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional dalam berbagai kasus konflik Agraria dan kasus lingkungan hidup dan berbagai kasus struktural lainnya seperti masyarakat adat, buruh, petani, buruh tani, nelayan, dan kelompok marjinal lainnya sebagai pihak yang menjadi korban dan rentan dikriminalisasi.

"Terakhir kita meminta hentikan aktivitas PT TPL di wilayah adat dan hentikan perampasan tanah di wilayah adat dan hutan adat di kawasan Danau Toba," ujarnya.

Pantauan di Polda Sumut, aksi ini tidak berlangsung lama. Setelah melakukan aksi di Polda Sumut, para pengunjuk rasa bergerak ke Kejaksaan Tinggi Sumut untuk melakukan aksi yang sama.

Para pendemo terlihat ada yang berjalan kaki dan menggunakan dua mobil.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved