Tiga Pegawai KPK Mundur karena Tolak Status ASN, Tsani Sebut Dampak UU Buruk, Alex Tanggapi Santai

Polemik status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang akan berubah menjadi aparatur sipil negara (ASN), sesuai UU KPK hasil revisi, terus bergulir

Tiga Pegawai KPK Mundur karena Tolak Status ASN, Tsani Sebut Dampak UU Buruk, Alex Tanggapi Santai
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Penasihat KPK Muhammad Tsani Annafari saat diwawancarai wartawan pada acara BPJS Ketenagakerjaan dan KPK Goes to Kampus, Jumat (3/5/2019) 

Tiga Pegawai KPK Mundur karena Tolak Status ASN, Tsani Sebut Dampak UU Buruk, Alex Tanggapi Santai

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang akan berubah menjadi aparatur sipil negara (ASN), sesuai UU KPK hasil revisi, terus bergulir.

Tiga pegawai KPK telah melayangkan surat pengunduran diri.

Begitu pula Penasihat KPK Tsani Annafari, turut mundur dari komisi antirasuah tersebut.

Tsani Annafari menilai mundurnya tiga pegawai KPK karena menolak status ASN merupakan risiko dari pemberlakuan UU KPK hasil revisi.

Tsani Annafari pun mengkritik proses penyusunan UU KPK hasil revisi yang dinilainya minim kajian terutama terkait status ASN bagi pegawai KPK.

"Itu kan salah satu risiko, makanya orang tuh bikin undang-undang perlu kajian akademis. Bikin proposal saja harus bikin kajian dampaknya, apalagi undang-undang, harus ada kajian dampak dan diperhitungkan," kata Tsani Annafari di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (29/11/2019).

Tas Ransel Pengemis Ini Ternyata Berisi Uang Rp 194 Juta, Saat Dijaring Pura-pura Tukar Uang ke Bank

Setahun Bekerja PNS DKI Jakarta Bergaji Rp 19 Juta, CPNS Lulusan S1 Dapat Rp 6,9 Juta per Bulan

Formasi CPNS Dairi jadi Primadona di Sumut, Tembus 19.735 Pelamar

Menurut Tsani Annafari, pembuat undang-undang mestinya mempertimbangkan bahwa status ASN dapat berpengaruh negatif pada independensi pegawai KPK.

Ia menyebut UU KPK hasil revisi merupakan produk hukum yang buruk menyusul ramainya gelombang protes atas UU tersebut beberapa waktu lalu.

"Ukurannya gampang saja, banyak menimbulkan kegaduhan hingga menyebabkan banyak yang meninggal. Kalau undang-undang ini baik, harusnya kan disambut," kata Tsani Annafari.

Halaman
123
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved