Langkah Taktis Kominfo Mendukung Operator Seluler Sajikan Layanan 5G dan Teknologi Satelit

Operator seluler pelat merah itu pun juga pada akhir November ini menampilkan berbagai contoh penggunaan jaringan 5G untuk kebutuhan industri

Langkah Taktis Kominfo Mendukung Operator Seluler Sajikan Layanan 5G dan Teknologi Satelit
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 5G.(SHUTTERSTOCK) 

Langkah Taktis Kominfo Mendukung Operator Seluler Sajikan Layanan 5G dan Teknologi Satelit

Jaringan 5G juga membuka peluang baru untuk sektor industri di Indonesia lewat kemampuan throughput yang tinggi serta koneksi dengan latency rendah.

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Kominfo melalui Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) mengatakan akan membagi frekuensi 3,5 GHz untuk  mengakomodir kebutuhan operator seluler menggelar jaringan 5G.

Spektrum rekuensi 3,5 GHz memang menjadi salah satu opsi pemerintah selaku regulator, untuk menggelar jaringan 5G.

Jaringan tersebut juga masuk dalam rekomendasi ITU di middle layer, selain frekuensi 2,5 GHz.

Namun, saat ini pita frekuensi 3,5 GHz sudah dipakai untuk jalur komunikasi satelit, termasuk satelit milik Telkom untuk kebutuhan seperti komunikasi dan hiburan.

Ada pula layanan perbankan yang memakai band frekuensi tersebut.

Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail di sela acara uji coba 5G Telkomsel di Batam mengatakan bahwa bagi Indonesia, satelit adalah keharusan dan tidak mungkin meninggalkannya.

Kombinasi antara pemanfaatan teknologi satelit dan terestrial adalah keniscayaan untuk negara.

"Jadi di band 3,5 GHz kita akan melakukan pembagian di sana (untuk satelit dan 5G)," kata Ismail di Batam, Kamis (28/11/2019).

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved