News Video

Horja Bius: Nyawa Kerbau untuk Kemakmuran dan Tolak Bala di Danau Toba

Para Raja Bius 8 marga yang ada di Tomok dipersilahkan marsatti (membuat perrsembahan) sekaligus mangaliat (manortor berkeliling)

TRIBUN-MEDAN.COM - Seekor kerbau diarak ke tengah halaman rumah adat Batak oleh kelompok Raja Bius di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Sabtu (29/11/2019)

Daulat Ambarita yang berstatus boru (pengambil istri) dari marga Parna dalam Raja Bius Tomok ditugaskan memimpin eksekusi.

Diiringi tabuhan Gondang Sabangunan, kerbau jantan pun ditambatkan di borotan (sebatang kayu yang ditancapkan) sambil dikelilingi panortor.

Muncung hingga leher kerbau diikat pakai rotan.

Orang-orang manortor mengikuti irama gondang dan sarune yang meliuk-liuk.

Terkadang khusuk dan terkadang bergembira penuh sukacita sesuai irama dan tabuhan gondang yang dialunkan.

Sebelum eksekusi oleh Daulat Ambarita, para Raja Bius 8 marga yang ada di Tomok dipersilahkan marsatti (membuat perrsembahan) sekaligus mangaliat (manortor berkeliling).

Masyarakat Adat Bius Raja Na Opat Sigapiton Tuntut Pemerintah Kembalikan Lahan

Sosok Batara Sianturi, Bankers dari Tanah Batak yang Raih Penghargaan Bankers of the Year 2019

Raja Bius juga mengajak etnis di luar Batak seperti suku Jawa yang sudah tinggal di Tomok manortor, tak terkecuali wisatawan.

Kerbau pun disembelih.

Ketua Panitia pelaksana, Amput Sidabutar menceritakan, kerbau itu disebut dengan horbo lae-lae.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved