Pertama Kali di Medan, Pop Up Store Kolaborasi 18 Brand Lokal

Seluruh barang yang dijual merupakan handmade karya anak muda Kota Medan.

Pertama Kali di Medan, Pop Up Store Kolaborasi 18 Brand Lokal
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Pop Up Store di Duklu Coffee, kompleks Tabih 2, Medan Selayang, Minggu (1/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Untuk pertama kalinya, sebanyak 18 Brand lokal karya anak muda Medan berkolaborasi hadirkan pop up store bertajuk Goods Spot Like No Other di Duklu Coffee, kompleks Tabih 2, Medan Selayang, Minggu (1/12/2019).

Pop Up Store yang diprakarsai oleh Fannya Dirza ini mengusung konsep yang unik dengan menghadirkan toko yang menjual barang-barang kekinian di kafe. Keseluruhan barang merupakan handmade karya anak Medan.

"Yang memprakarsai ini empat orang, kita punya kemampuan yang berbeda-beda. Kita ngeliat karena di Medan belum ada yang kaya gini, yang benar-benar kolab dari produk karya kita sendiri," katanya.

Pentingnya kontak langsung dengan pembeli, membuat Fannya berinisiatif mengajak pembuat produk untuk mempraktikkan bagaimana proses pembuatan barangnya secara langsung.

"Kita kumpulin teman, Nah kita kan belum punya toko butik, karena kita berjualan online terkadang orang ngeliat ini kan mudah, kok harganya mahal. Jadi di sini sekalian mereka bisa liat proses pembuatannya supaya lebih menghargai karya," katanya.

Pop Up Store di Duklu Coffee, kompleks Tabih 2, Medan Selayang, Minggu (1/12/2019).
Pop Up Store di Duklu Coffee, kompleks Tabih 2, Medan Selayang, Minggu (1/12/2019). (Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan)

Tidak hanya sekadar menjual produk masing-masing, beberapa brand juga berkolaborasi memperindah produknya dengan menyatukan material dengan produk brand lain.

Tidak ketinggalan kegiatan ini juga dimeriahkan dengan talkshow, fashion show, health talk, workshop, dan kegiatan edukatif lainnya. Fannya mengatakan antusias masyarakat Medan sangat besar karena Pop Up Store memang cukup jarang ditemui.

"Ada keranjang, produk ramah lingkungan, baby spa, habits, hoslygoods, little nay, jam tangan kayu, Sumatera Spice, cucito, dan lainnya. Pokoknya ini semua karya anak muda Medan. Kita displaynya bukan kayak bazar ya tapi toko yang tiba-tiba muncul di kafe, makanya namanya pop up store," katanya.

Melalui Pop Up Store ini, Fannya ingin mengajak anak muda untuk berfikir, dan bertindak secara out of the box. Sebab di era industri 4.0 ini, pelaku industri kreatif harus berani beda.

"Kita juga bisa bersaing, produk kita bagus. Ajang ini bukan untuk bersaing karena pastinya selera orang berbeda-beda. Kita benar-benar gotong royong ngebuat even ini, patungan, untuk pajangannya kami yang buat," katanya. (cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved