Viral Medsos

Viral Cuitan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Mendadak Dihapus dan Meminta Maaf

Cuitan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar sempat menuai kritik dari warganet karena ada kata 'kubu sebelah'.

Viral Cuitan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, Mendadak Dihapus dan Meminta Maaf
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Joko Widodo memperkenalkan staf khusus barunya yang berasal dari kalangan milenial yaitu peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar (dua kiri) disaksikan stafsus lainnya CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (kanan) dan pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (kanan) di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Tugas yang diberikan Presiden pada stafsus milenialnya adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang sesuai dengan keahliannya masing-masing. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Cuitan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar sempat menuai kritik dari warganet karena ada kata 'kubu sebelah'.

Melalui YouTube Kompas TV yang diunggah Sabtu (30/11/2019), diketahui kini cuitan tersebut sudah dihapus dari laman Twitter Billy Mambrasar @kitongbisa.

Staf Khusus Presiden tersebut akhirnya buka suara, melalui Twitternya, ia meminta maaf karena menimbulkan multitafsir soal kata yang 'kubu'.

Keputusan untuk menghapus cuitan sebelumnya yang berisi frase 'kubu' adalah untuk menghindari polemik berlanjut.

Putra Papua tersebut menyampaikan dirinya terlahir dari perpaduan dua suku dan dua agama.

Ia merasa bertanggung jawab sebagai pejabat publik dan meminta doa agar dapat bekerja secara amanah, objektif dan jujur.

Soal Cuitan Kubu Sebelah, Stafsus Presiden Billy Dikritik
Soal Cuitan Kubu Sebelah, Stafsus Presiden Billy Dikritik (Kompas TV)

Simak cuitan Billy berikut ini yang Tribunnews rangkum melalui Twitter @kitongbisa :

"Assalamu'alaikum dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah 1 cuitan saya yang menggunakan kata yg menimbulkan multitafsir, yaitu kata: "Kubu".

Bahwasanya saya tidak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun. Saya sudah melakukan klarifikasi dan untuk menghindari polemik berlanjut telah menghapus twit tersebut. Saya dengan ini memohon untuk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena kesalah pahaman tersebut.

Saya harus menyampaikan sesuatu untuk sebagian besar warga Indonesia bahwa saya terlahir dari perpaduan dua suku dan dua Agama: Islam dan Kristen. Ayah saya adalah asli Papua beragama Nasrani dari wilayah adat Saireri dan Ibu saya berasal dr Surabaya Jawa Timur dengan latar belakang Keluarga Muslim.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved