Ini Dia Kemeriahan Malam Pertunjukan Budaya Deli Serdang 2019
Acara pertunjukan budaya ini bertujuan melestarikan seni budaya agar tidak tergerus kemajuan zaman.
TRIBUN-MEDAN.com – Malam Pertunjukan Budaya Deli Serdang 2019 yang digelar di Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah (P3UD) Tanjung Morawa, Sabtu (30/11/2019) berlangsung meriah.
Pertunjukan bertema Merajut Kepingan Budaya tersebut menghadirkan berbagai penampilan yang bertujuan melestarikan seni budaya agar tidak tergerus kemajuan zaman.
“Pertunjukan budaya malam ini juga sebagai wadah ekspresi bagi para pelaku seni yang ada di Deli Serdang,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Deli Serdang, Chairum dalam keterangan tertulisnya Senin (2/12/2019).
Ia melanjutkan, pertunjukan semacam itu akan terus ditingkatkan karena banyaknya budaya lokal yang masih ada, tetapi belum tergali.
Beragam penampilan
Disaksikan seribuan penonton, Malam Pertunjukan Budaya Deli Serdang 2019 diawali atraksi silat puntaw dan hadrah yang ditampilkan Sanggar Rumpun Budaya Deli Serdang.
Acara dilanjutkan dengan penampilan makyong (sandiwara tradisional Melayu) oleh para seniman Sanggar Sinar Budaya Kesultanan Serdang.
Makyong merupakan kesenian yang sudah lama tidak ditampilkan sehingga menarik perhatian penonton.
Selain disuguhkan dengan penuh kelucuan, para pemeran juga komunikatif dan melibatkan penonton untuk menyampaikan pesan tersirat.
Penampilan selanjutnya masih berupa seni sandiwara, yakni ketoprak dor dari Sanggar Siswo Trisno Budoyo, Simpali, Deli Serdang.
Selanjutnya, ada tari manduda oleh Sanggar Rumpun Budaya Deli Serdang sebagai jeda sebelum gelaran berlanjut.
Suasana kocak pun berlangsung setelah itu, saat Munir Nasution dan Syahtial Felani bersama grupnya, Perkumpulan Pakpong Deli Serdang menyuguhkan hiburan segar. Tawa penonton kian pecah dengan kolaborasi lagu, tari, dan dialog yang humoris.
Penampilan terakhir adalah dari sekelompok generasi milenial menyuguhkan kolaborasi musik tradisonal dan modern untuk mengiringi lagu Si Togol.
Harus tetap lestari di Deli Serdang
Acara Malam Pertunjukan Budaya Deli Serdang 2019 juga dihadiri Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan.
"Konteks kebudayaan yang diwariskan para leluhur terdahulu tidak boleh sirna dari bumi Deli Serdang,” ujar Ashari.
Ia melanjutkan, Kabupaten Deli Serdang didiami berbagai etnis dan suku bangsa yang pastinya memiliki keragaman seni dan budaya.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini sehingga peninggalan seni dan budaya tradisional tidak luntur dan tetap lestari di masyarakat,” ujar Bupati Ashari.
Pentingnya acara pertunjukan budaya menurut dia adalah untuk mengenalkan generasi muda yang saat ini diterpa masuknya berbagai budaya asing.
“Ada etnis Melayu, Jawa, batak, Simalungun, Karo, dan lainnya. Semua itu membuat Deli Serdang kaya dengan keberagaman. Semua tumbuh berkembang dan lestari untuk kita wariskan kepada anak cucu nantinya,” imbuh Ashari.
Didampingi istrinya, Yunita Ashari Tambunan, mereka berdua merasa bergembira menyaksikan pertunjukan tersebut.
Bahkan saat penampilan Pakpung Deli Serdang, bupati dan istrinya turut berjoget bersama penari dan pejabat lainnya.
Hadir pula mantan Wakil Bupati Deli Serdang, Zainuddin Mars, mantan asisten I, Syafrullah, para camat, dan undangan lain yang sama-sama tidak bisa mengelak untuk meronggeng.
(Penulis: Anggara Wikan Prasetya/Editor: Mikhael)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/acara-malam-pertunjukan-budaya-deli-serdang-2019.jpg)