Ribuan Pelanggan Kecewa PDAM Tirtamalem 'Byar Pet', Dua Minggu Pompa Mesin Stop Operasi

Salah satu pompa mesin air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem, dikabarkan berhenti beroperasi.

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Warga menunjukkan meteran dan keran air yang sudah tidak berfungsi lagi, akibat tidak adanya aliran air yang mengalir dua pekan terakhir, di kawasan Jalan Katepul, Kabanjahe, Senin (2/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Salah satu pompa mesin air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem, dikabarkan berhenti beroperasi.

Pasalnya, aliran listrik yang mengoperasikan pompa penyedot, diputus oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabanjahe.

Menurut informasi, pemutusan ini dikarenakan PDAM Tirta Malem memiliki tunggakan iuran kepada pihak PLN. Tak tanggung-tanggung, tunggakan yang telah menumpuk sejak delapan bulan lalu ini, sebesar satu miliar rupiah.

Dengan berhenti beroperasinya salah satu mesin air ini, menyebabkan keresahan di masyarakat.

Pasalnya, akibat mesin dengan sedotan air terbesar milik PDAM Tirta Malem ini berhenti, pasokan air untuk ribuan pelanggan menjadi tersendat.

Menurut keterangan salah seorang warga Raja Ginting, mengaku untuk di rumahnya yang berada di Jalan Kapten Bangsi Sembiring, Kabanjahe, air sudah tidak mengalir sejak dua hari lalu.

Dirinya menyebutkan, sebelumnya air juga mengalir hanya dua hari sekali.

"Biasanya air hidup dua hari sekali, tapi belakangan udah dua hari inilah air enggak hidup lagi," ujar Raja, Senin (2/12/2019).

Warga lainnya Damson Saragih, mengaku di lingkungannya yang berada di kawasan Jalan Katepul, Kabanjahe, juga mengalami hal serupa. Bahkan, tersendatnya pasokan air ke rumahnya sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.

"Sudah dua minggu ini enggak jalan airnya, total sama sekali enggak ada air yang netes," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved