Tak Melulu Belajar Teknologi Digital, Begini Cara Mahasiswa Fasilkom USU Rayakan Anniversary

Muhammad Al Amien mengatakan acara ini juga turut untuk merayakan akreditasi A Fasilkom yang tetap bertahan.

Tak Melulu Belajar Teknologi Digital, Begini Cara Mahasiswa Fasilkom USU Rayakan Anniversary
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Kemeriahan Anniversary ke 18 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (Fasilkom USU) sekaligus perayaan akreditasi A di Lapangan Fasilkom TI, Senin (2/12/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Jika biasanya mahasiswa Ilmu Komputer menghabiskan waktu dengan hal-hal berbau teknologi digital, Namun dalam perayaan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (Fasilkom USU) ke 18, para mahasiswa memilih merayakannya dengan permainan tradisional.

Hal tersebut terbukti saat ratusan mahasiswa antusias mengikuti berbagai perlombaan yang terdiri dari lomba terompah, joget bangku, bola tali, sambung lirik, tebak kata, dan lainnya.

Ketua panitia, Muhammad Al Amien mengatakan acara ini juga turut untuk merayakan akreditasi A Fasilkom yang tetap bertahan.

"Kami merayakan ulang tahun fasilkom sekaligus perayaan akreditasi kami yang tetap bertahan di peringkat A. Kita sengaja mengambil permainan tradisional agar melatih kekompakan dan kerjasama tim," katanya, Senin (2/12/2019)

Amien mengatakan lomba permainan tradisional juga mengajak kawula muda agar melestarikan budaya. Meski keseharian mereka identik dengan hal yang berbau tehnologi digital, bukan berarti mahasiswa meninggalkan permainan tradisional yang memiliki nilai filosofis.

"Kami ingin melatih kekompakan dan kekeluargaan. Selain itu kita sebagai anak muda lah yang akan meneruskan budaya ini. Sebelum ada gadget dan permainan modern seperti sekarang semuanya kan berawal dari permainan tradisional seperti ini," katanya.

Amien mengatakan permainan tradisional ini ternyata disambut baik oleh mahasiswa, meski sekarang banyak game digital, nyatanya game tradisional tetap diminati karena adanya kerjasama, terjalinnya komunikasi, juga menjadi momen mengingat masa kecil.

"Meski zaman selalu berkembang, tapi budaya jangan sampai ditinggalkan, harus terus dilestarikan. Permainan tradisional ini kami nilai sangat pemting karena zaman sangat dinamis dan membuat kita juga terpaksa ikut. Namun kalau ada kegiatan seperti ini kita bisa saling mengingatkan, dan yang nggak tau bisa belajar," katanya.

Ia berharap akreditasi ilmu komputer USU tetap berada di peringkat A serta kegiatan-kegiatan yang mengaggkat kearufan lokal semakin diperbanyak.

"Semoga akresitasi kami tetap bertahan, dan buat kegiatan ini luar biasa, antusias mahasiswa besar sekali, sampai-sampai meski udah kita tutup pendaftaran, masih banyak juga yang pengen daftar," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved