Breaking News:

Terimakasih Laia Tewas Mengenaskan di Bawah Pohon Bambu, Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

Korban tewas dalam keadaan hamil dan luka di dada, leher dan wajah bersimbah darah.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Facebook / Rota
Foto Terima Kasih Laia semasa hidup 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi terus menyelidiki kasus kematian Terimakasih Laia, siswi kelas 3 SMA yang ditemukan tewas di bawah pohon bambu di Desa Hiliwaebu, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan (Nias Selatan), Sumut, Jumat (29/11/2019). 

Korban tewas dalam keadaan hamil dan luka di dada, leher dan wajah bersimbah darah.

Guna mengungkap kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa termasuk dari pihak keluarga korban.

"Sementara ini yang sudah kita periksa tiga orang," kata Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti Widhiarta, Senin (2/12/2019).

"Ini lagi pengembangan. Ada tiga orang lagi yang diperiksa hari ini," sambungnya.

Korban Terimakasih Laia Seolah Berikan Pertanda di Facebook sebelum Ditemukan Tewas

Terimakasih Laia Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bawah Pohon Bambu
Terimakasih Laia Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bawah Pohon Bambu (Facebook / Rota)

Terkait adanya dugaan orang dekat sebagai pelaku pembunuhan. Nakti belum mau menyimpulkan.

"Kalau dugaan kita, bisa diduga siapa saja. Kita semaksilan mungkin akan mengupayakan penyelidikan," jelasnya.

Untuk diketahui, korban ditemukan dalam kondisi alami luka di wajah dan leher bersimbah darah. Saat ditemukan korban dalam posisi menyamping ke kanan menggunakan pakaian warna merah jambu dan celana hitam motif liris hijau.

Korban ditemukan sore hari oleh adiknya atas nama Situ Hati Laia. Diketahui selepas pulang sekolah, korban beranjak pulang ke rumah. Tapi hingga sore hari korban tak kunjung sampai dirumah.

Melihat kondisi tidak seperti biasa, adik korban berusaha mencari dan coba menjemput disekolah. Sesampainya di sekolah, Situ diberitahukan pihak sekolah korban sudah dari tadi pulang.

Dalam perjalanan menuju rumah, betapa terkejutnya Situ saat menemukan korban telah tergeletak di bawah pohon bambu sekitar 50 meter tidak jauh dari jalan.

Adik korban yang menemukan kakaknya telah tiada, lalu memberitahukan kejadian yang dialami korban pada keluarga. Sampai akhirnya pihak kepolisian dan evaluasi korban.

Selain itu, terungkap fakta bahwa korban diduga sedang berbadan dua, diperkirakan hamil sekitar lima bulan. Dia dibunuh saat sedang pulang dari sekolah menuju rumah yang berjarak sekitar 6 kilometer.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di Puskesmas, ada indikasi korban lagi berbadan dua. Tanda kehamilan di tubuh korban diperkirakan berumur 4-5 bulan," ungkap Nakti.

Sampai saat ini pihaknya terus bekerja melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti dilapangan dan memintai keterangan para saksi. Untuk mengungkap kasus yang dialami oleh korban Terimakasih Laia tersebut.

"Tim Sat Reskrim Polres Nias Selatan masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. Doakan saja segera terungkap," jelas Nakti.

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved