Gelombang Laut Naik dan Hantam 61 Rumah Warga, Seratusan Orang Mengungsi, Ini Penjelasan BMKG

Gelombang laut menerjang rumah penduduk di sejumlah desa di Kabupaten Buru, Maluku, Senin (2/12/2019) malam.

Gelombang Laut Naik dan Hantam 61 Rumah Warga, Seratusan Orang Mengungsi, Ini Penjelasan BMKG
Tangkapan Layar Video via kompas.com
Gelombang naik menerjang rumah penduduk di Maluku, Senin (2/12/2019) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelombang laut menerjang rumah penduduk di sejumlah desa di Kabupaten Buru, Maluku, Senin (2/12/2019) malam.

Desa Bara, Kecamatan Air Buaya terdampak gelombang pasang yang paling parah.

Di Desa ini, puluhan rumah warga terendam.

Selain di Desa Bara, rumah-rumah penduduk di Dusun Siompo, Desa Wamlana juga ikut diterjang gelombang pasang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru, Hadi Zulkarnain mengatakan, gelombang pasang yang terjadi di wilayah tersebut menyebabkan warga yang rumahnya terendam langsung mengungsi ke tempat aman.

“Kejadiannya itu dari pukul 20.00 WIT malam ini, ada banyak warga yang rumahnya terdampak telah mengungsi ke tempat aman,” kata Zulkarnain kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Senin malam.

Zulkarnain menyebut, gelombang pasang di wilayah tersebut setiap tahun terjadi.

Namun untuk tahun ini gelombang pasang yang terjadi sangat besar hingga menerjang rumah-rumah penduduk.

Terkait gelombang pasang yang terjadi kali ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon menyebut, fenomena yang terjadi merupakan fenomena alam yang biasanya terjadi pada awal bulan baru dan akhir bulan purnama.

Menurut Zulkarnain, pada fenomena tersebut, posisi bumi, bulan dan matahari akan sejajar membentuk garis lurus.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved