Ingin Putranya Jadi Atlet Termuda di PON, Budiono Didik Muhammad Bening Memanah Sejak SD

Sebagai ayah yang juga memiliki keahlian dalam olahraga panahan, Budiono meyakini bakatnya pasti juga menurun kepada anaknya.

Ingin Putranya Jadi Atlet Termuda di PON, Budiono Didik Muhammad Bening Memanah Sejak SD
HO
Atlet panahan Muhammad Bening Firmannya memperlihatkan medali dan piagam (dua, kanan) usai menerima penghargaan di ajang Malaysia open 2019 di Negeri Sembilan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya mampu menorehkan prestasi yang membanggakan bagi keluarga dan bangsa Indonesia. Hal ini jugalah yang menjadi impian Budiono.

Sebagai ayah yang juga memiliki keahlian dalam olahraga panahan, Budiono meyakini bakatnya pasti juga menurun kepada anaknya. Karena itu, dia turut melatih putra pertamanya yakni Muhammad Bening Firmansyah untuk menjadi pemanah sejak usia 7 tahun.

Tak disangka, buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya. Di bawah asuhan Budiono yang juga pelatih Klub Panahan Bagi Berkah Archery Club kota Tebingtinggi ini, kemampuan putranya itu meningkat pesat.

Setelah dirasa cukup mahir, Budiono pun turut mengikutkan putranya tersebut berlaga di sejumlah ajang di berbagai daerah.

Hasilnya terbilang bagus. Baru satu setengah tahun menekuni panahan, atlet cilik yang baru berusia 9 tahun ini sudah mampu menorehkan prestasi mentereng.

"Bening sudah ikut berlomba di sejumlah daerah di Solo, Jogja, Bandung. Dan di usia 9 tahun sewaktu di Bogor Open Archery Championship Piala Presiden bulan Juli 2019 lalu, Alhamdulilah berhasil meraih medali emas," ujarnya kepada Tribun Medan,

Tak hanya medali emas di Bogor Open, Bening juga sukses meraih prestasi di kejuaraan lainnya. Beberapa diantarnya adalah dua medali emas Kejuaraan Antar Klub di Aceh tahun 2019 kategori SD dan Mix. Kemudian meraih medali emas Kejuaraan Memanah Malaysia open di Port Dickson, negeri sembilan bulan Oktober 2019 yang diikuti empat negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Di ajang Malaysia open tersebut dia meraih juara untuk jarak 10 dan 20 meter serta juara umum untuk total skor kategori usia 12 tahun. Teranyar, Bening juga berhasil meraih juara pada kejuaraan Memanah Piala Gubernur Sumut yang digelar mulai 29 Oktober hingga 1 Desember 2019 kemarin.

Budiono berharap, anaknya bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi di masa depan. Tak hanya itu, Budiono juga ingin menjadikan putra nya itu sebagai pemanah termuda yang bakal memperkuat Sumut pada gelaran akbar PON 2024 Sumut -Aceh.

"Insya Allah targetnya di PON 2024 bisa jadi sosok termuda yang mewakili Sumatera Utara. Kita push ke itu. Pesan juga dari Sekjen Perpani pusat sewaktu balik dari Malaysia agar Bening dijaga dan vitaminnya di push," ungkapnya.

Terpisah, Muhammad Bening Firmansyah mengaku senang bisa menjadi juara di sejumlah ajang. Anak pertama dari tiga bersaudara mengatakan ingin bisa menjadi pemanah yang membawa nama Indonesia di ajang internasional nanti.

"Senang dapat medali. Saya ingin bisa seperti Arjuna, jago memanah," ungkap atlet cilik kelahiran 2 Juni 2010 ini.

Usai meriah juara di ajang piala Gubsu 2019, Bening mengatakan akan kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan lainnya. Salah satunya adalah kejuaraan panahan antar klub di Lembang, Bandung mewakili Perpani Tebingtinggi pertengahan Desember ini. Bening rencananya akan berangkat bersama ayahnya pada tanggal 12 Desember 2019 untuk mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut.

"Ke depan ingin jadi atlet berpretasi dan meraih medali untuk turnamen lainnya," kata murid yang masih duduk di kelas IV SD Mutiara Ibu Tebingtinggi ini.

(cr11/tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved