Pelaku Mutilasi Wanita PNS Kemenag Itu Akhirnya Dituntut Hukuman Mati, Sang Ibu Menangis

Masih ingat kasus Deni Priyanto alias Goparin (37) yang membunuh dan memutilasi seorang wanita PNS Kemenag (Kementerian Agama) Kota Bandung?

Pelaku Mutilasi Wanita PNS Kemenag Itu Akhirnya Dituntut Hukuman Mati, Sang Ibu Menangis
ist/KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Kolase ASN Kemenag Komsatun Wachidah (51) yang ditewas dibunuh dan jasadnya dimutilasi Deni Priyanto (37). 

Pelaku Mutilasi Wanita PNS Kemenag Itu Akhirnya Dituntut Hukuman Mati, Sang Ibu Menangis

TRIBUN-MEDAN.com - Masih ingat kasus Deni Priyanto alias Goparin (37) yang membunuh dan memutilasi seorang wanita PNS Kemenag (Kementerian Agama) Kota Bandung, Komsatun Wachidah (51) pada Juli lalu?

Kasus itu telah bergulir di meja hijau. Deni Priyanto pun dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Tim JPU dari Kejaksaan Negeri Banyumas menyatakan Deni Priyanto telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Komsatun Wachidah dengan cara mutilasi.

Selain itu, JPU juga menyebut terdakwa menyembunyikan dan menghilangkan barang bukti dengan cara memutilasi serta membakar bagian tubuh korban dan mengambil sejumlah barang milik korban.

"Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Deni Priyanto dengan pidana mati," kata JPU Antonius pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banyumas, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/12/2019).

Terkait tuntutan hukuman mati tersebut, Hakim Ketua Abdullah Mahrus mempersilakan terdakwa untuk konsultasi dengan penasihat hukumnya, Waslam Makhsid.

Setelah Deni kembali ke kursi pesakitan pascakonsultasi, penasihat hukum terdakwa, Waslam Makhsid mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pembelaan.

"Kami selaku kuasa hukum akan menyampaikan pembelaan dan mohon diberi waktu satu minggu," katanya.

Saat meninggalkan ruang sidang, terdakwa Deni Priyanto tampak berjalan dengan lesu.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved