Wanita Ditemukan Tewas

KESAKSIAN TEMAN KOS, Bian Sempat Curhat soal Buang Sampah Sembarangan

Ada empat orang kami melihat korban dari depan pintu. Kami enggak berani masuk karena takut. Pas kami lihat tadi sudah kering darahnya

KESAKSIAN TEMAN KOS, Bian Sempat Curhat soal Buang Sampah Sembarangan
Tribun Medan
Perempuan berinisial AH (25) tewas dengan luka gorok di kamar kosan Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - AH alias Bian alias Alung Harahap (25) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kos-kosan di lantai II Jalan Punak, Kota Medan, Rabu (4/12/2019).

Salah seorang penghuni kos-kosan bernama Anasril Mendrofa (26) mengatakan, kos-kosan berlantai II itu memiliki sekitar 17 unit kamar dan ada sekitar 5 orang yang kos di dalam kamar. Per kamar biaya kos sekitar Rp 620 ribu rupiah.

"Ada 17 kamar. Tadinya banyak anak kuliah yang kos. Sekarang yang berisi tinggal lima," kata Anasril di TKP, Rabu (4/12/2019)

"Korban kamarnya di atas lantai II. Dia kamarnya di ujung sendiri," sambungnya.

Kondisi di depan rumah kos-kosan yang ditinggali korban semasa hidup.
Kondisi di depan rumah kos-kosan yang ditinggali korban semasa hidup. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI)

Dijelaskan Anasril sebelum menemukan korban bersimbah darah, dia sedang ngopi di depan warung. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan dan mencari arah sumber bunyi mengarah ke kamar korban yang berada di lantai II kos-kosan.

"Ada empat orang kami melihat korban dari depan pintu. Kami enggak berani masuk karena takut. Pas kami lihat tadi sudah kering darahnya," ujarnya.

Anasril bercerita dia sering melihat korban berbelanja di warung. Terkadang saat sedang bermain game di depan warung Anasril tak sengaja bertemu korban. 

"Saya enggak begitu terlalu mengenal korban. Kalau jumpa cuma sapa-sapa gitu aja," akunya.

Anasril mengaku sekarang dia memiliki ketakutan akibat adanya korban yang meninggal tidak wajar di dalam kos-kosan.

"Sekarang jadi takut. Karena jarang kejadian gini. Biasa aku lihat dia dan sekarang sudah enggak ada," jelasnya.

Sementara itu, penghuni kos-kosan lain bernama Icha mengatakan dia tidak tahu jam berapa korban ditemukan. Karena saat kejadian dia sedang berada di kampus sejak pukul 07.00 WIB karena masuk pagi.

"Terus pas balik, saya ditarik-tarik ad yang mintai keterangan," kata Icha.

Icha menjelaskan dia sempat bercerita dengan korban sehari sebelum kejadian. Mereka berbicara masalah sampah yang sering dibuang korban dari dalam kamarnya ke bawah.

"Dia sempat kesal gara-gara sampah. Jadi dia buang sampah sembarangan dari atas ke rumah orang belakang. Jadi pemilik rumah belakang sempat kesal. Karena kalau sampahnya tidak dibuang biasa tak jarang tersumbat dan banjir," tutup Icha.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved