Consolatio Choir, Paduan Suara Legendaris USU yang Sukses Gelar Konser Tahunan

Paduan suara kebanggaan Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menggelar konser tahunannya bertema 30th Friendship di Auditorium USU.

Consolatio Choir, Paduan Suara Legendaris USU yang Sukses Gelar Konser Tahunan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Konser Consolatio Choir USU di Auditorium USU bertema 30 th Friendship 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - 1 Desember 2019 kemarin, menjadi waktu bersejarah bagi perjalanan Consolatio Choir yang tengah memasuki usianya ke 30 tahun.

Paduan suara kebanggaan Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menggelar konser tahunannya bertema 30th Friendship di Auditorium USU.

Berdiri sejak 7 Juli 1990, nama Consolatio diserap dari bahasa latin yang memiliki arti penghiburan.

Tony Siagian merupakan salah satu pendiri, yang masih aktif dan tak bisa dipisahkan dari sejarah Consolatio Choir.

Hingga saat ini, Tony masih membina para mahasiswa dari berbagai latar belakang menjadi suatu kesatuan suara yang indah, meskipun corak paduan suara ini lebih ke arah gerejawi.

"Jadi paduan suara ini saya dirikan bersama teman teman untuk perkembangan paduan suara kampus, khususnya kalangan mahasiswa USU. Waktu saya dirikan, saya masih berstatus mahasiswa," cerita Tony.

Consolatio Choir dikomandoi Tony yang bertugas sebagai konduktor atau dirigen. Saat ini ada 35 Mahasiswa dari berbagai latar belakang yang bergabung dengan salah satu unit kegiatan mahasiswa ini.

Tony menyampaikan berbagai prestasi ditorehkan Consolatio Choir. Tak hanya prestasi berbentuk piala dan penghargaan. Kepercayaan sebagai pengisi Paduan Suara setiap hari kemerdekaan 17 Agustus Kantor Pemprov Sumut sempat mereka pegang selama 10 tahun penuh.

Kepercayaan yang diemban menjadi kesan tersendiri dirinya dan anak anak, terlebih Consolatio juga beberapa kali mengikuti ajang internasional.

"Oktober 2019 kemarin, kita ke Spanyol menghadiri Tolosa International Choir. Kita masuk 10 besar. Di sana kita juga sempat road show di empat Kota di Spanyol dan satu Kota di Prancis," katanya.

Beberapa tahun sebelumnya, 2006, Consolatio Choir meraih perak untuk kategori Male Choir dan emas untu Musica Sacra di Choir Games China.

"Saya berharap Padus Consolatio terus berkembang. Sebab kita ingin mengembangkan generasi muda lewat paduan suara, sehingga terbina attitudenya dan kreatifitas dalam sebuah teamwork," tutupnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved